Hasil Uji Laboratorium Nyatakan Padi di Area Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi

oleh -102 Dilihat

Luwu Timur, Berikabar.co  – Hasil pengujian laboratorium terhadap gabah dan padi dari lahan percontohan (demplot) di area terdampak tumpahan Marine Fuel Oil (MFO) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menunjukkan hasil yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Hasil tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan pemulihan lahan pertanian sekaligus memberikan kepastian kepada petani mengenai keamanan hasil panen mereka.

PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan sejumlah lembaga ahli melakukan pengujian terhadap hasil panen dari lahan demplot sebagai bagian dari rangkaian remediasi pascainsiden kebocoran pipa minyak. Pengujian ini melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, tim ahli menyatakan sampel gabah dan padi yang dipanen dari area demplot memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi. Proses ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lahan pertanian yang melibatkan Vale Indonesia, pemerintah daerah, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan operasional pertambangan berjalan secara bertanggung jawab, termasuk dalam penanganan dampak insiden terhadap lingkungan dan mata pencaharian masyarakat.

“Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional Perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus dimana risiko operasional terjadi. Sehubungan dengan kejadian ini, selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis.”

BACA JUGA :  OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT BPR SAWA ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo

Menurut Yusri, perusahaan memahami kekhawatiran petani setelah insiden tumpahan MFO. Karena itu, penanganan tidak hanya difokuskan pada pembersihan area terdampak, tetapi juga pada pemulihan produktivitas lahan dan kepastian keamanan hasil pertanian melalui pengujian ilmiah.

“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga. Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi,” jelas Yusri Yunus.

Vale Indonesia juga menjalankan program pendampingan pertanian selama satu siklus budidaya penuh, mulai Februari hingga September 2026. Program tersebut menyasar lahan terdampak di Desa Lioka, meliputi Dusun Molindowe dan Dusun Polapi, serta Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.

“Perusahaan telah melakukan program pendampingan pertanian yang terdampak MFO di Kecamatan Towuti segera setelah kejadian untuk memastikan kegiatan pertanian dapat dilaksanakan selama satu siklus budidaya penuh dari bulan Februari hingga September 2026 di lahan-lahan yang terdampak, yaitu Desa Lioka Dusun Molindowe, Lioka Dusun Polapi, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu,” tambah Yusri Yunus.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang memimpin kegiatan pemaparan hasil uji demplot penanaman padi, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menangani dampak insiden kebocoran pipa minyak. Penanganan tersebut mencakup pembersihan area terdampak, identifikasi objek terdampak, pembayaran kompensasi, pendampingan melalui demplot padi, hingga pengujian hasil panen.

“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ungkap Bupati.

BACA JUGA :  Polresta Kendari Terima Tim Puslitbang Polri, Kaji Pemberantasan Korupsi dan Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Vale Indonesia selanjutnya mendorong persiapan musim tanam kedua agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan. Dukungan yang disiapkan mencakup pendampingan dan bantuan bibit bagi petani terdampak.

“Saya berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan kita. Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit. Kami dari Pemda Luwu Timur juga siap memberikan bantuan bibit,” pungkas Bupati.

Petani Desa Timampu, Mursalim, menyambut hasil pengujian tersebut sebagai dasar untuk melanjutkan kegiatan pertanian. Ia berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat memberikan kepastian bagi petani dalam mempersiapkan penanaman berikutnya.

“Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi,” katanya usai menghadiri kegiatan Pemamaparn Hasil Uji Demplot Penanaman Padi di Kantor Bupati Luwu Timur.

Hasil pengujian dan pendampingan pertanian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanganan pascainsiden tumpahan MFO. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pengujian, dan petani, Vale Indonesia menyatakan upaya pemulihan diarahkan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian, memulihkan kepercayaan masyarakat, serta menjaga ketahanan pangan di wilayah terdampak.