OJK Sultra Dorong Supply Chain Financing untuk Tingkatkan Daya Saing Kakao Kolut

oleh -132 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong optimalisasi lembaga pembiayaan untuk memperluas akses modal bagi petani, pelaku UMKM, dan koperasi dalam pengembangan komoditas kakao di Kolaka Utara.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao ke Kabupaten Kolaka Utara. OJK menilai penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pelaku usaha kakao meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.

Kepala Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Winter Marbun, menyoroti peran industri pembiayaan nonperbankan dalam mendukung penguatan ekosistem komoditas kakao.

Hal tersebut disampaikan Winter dalam rapat koordinasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao yang difasilitasi OJK Sultra di Learning Center Kantor OJK Sultra beberapa waktu lalu.

Menurut Winter, fleksibilitas permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha di sektor kakao agar dapat mengembangkan usahanya secara lebih mandiri.

“Dukungan tersebut diarahkan kepada pelaku UMKM, koperasi hingga petani kakao yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok komoditas,” ujarnya.

Penguatan akses pembiayaan tersebut selanjutnya menjadi salah satu fokus dalam perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao ke Kolaka Utara.

OJK Sultra bersama para pemangku kepentingan juga mendorong peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem kakao. Langkah ini dinilai penting agar petani dan pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai produk serta mekanisme pembiayaan yang tersedia.

Tidak hanya melalui literasi, keluarga petani juga akan diarahkan mengikuti proses inkubasi. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam memenuhi persyaratan sebagai calon penerima pembiayaan sekaligus mendorong pelaku usaha menjadi lebih “bankable”.

BACA JUGA :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi, PT Vale Bangun Akses Jalan Utara Buka Konektivitas Desa Longori dan Huko-huko

Selain pembiayaan konvensional, skema pembiayaan rantai pasok atau supply chain financing menjadi salah satu pendekatan yang didorong OJK untuk memperluas akses modal bagi sektor riil.

Skema tersebut diharapkan dapat menghubungkan kebutuhan pembiayaan dengan aktivitas dalam rantai pasok kakao, sehingga dukungan permodalan tidak hanya berorientasi pada petani, tetapi juga dapat memperkuat pelaku usaha dan koperasi yang berada dalam ekosistem komoditas tersebut.

Dalam implementasinya, upaya penguatan pembiayaan melibatkan sejumlah institusi, di antaranya Bank Indonesia (BI) Sultra, Bank Sultra, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Pegadaian.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terintegrasi bagi petani dan pelaku usaha kakao di Kolaka Utara.

Dengan akses pembiayaan yang semakin luas, peningkatan literasi keuangan, serta proses inkubasi untuk mendorong pelaku usaha menjadi lebih bankable, pengembangan kakao di Kolaka Utara diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kemandirian pelaku usaha dan daya saing komoditas dari daerah tersebut.