LPS Ungkap Inklusi Keuangan Lampung 90,9 Persen, Literasi Capai 72,3 Persen

oleh -123 Dilihat

Bandar Lampung, Berikabar.co  – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai Lampung memiliki potensi besar untuk memperkuat pemanfaatan layanan keuangan secara aman dan produktif. Hal itu menjadi salah satu alasan Lampung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 (LFF 2026).

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan, pemilihan Lampung tidak hanya didasarkan pada posisinya sebagai pintu gerbang Sumatera, tetapi juga mempertimbangkan data literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPS dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Lampung mencapai 90,9 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 93,6 persen. Namun, dari sisi literasi keuangan, Lampung mencatat angka 72,3 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 69,6 persen.

Data tersebut menunjukkan akses masyarakat Lampung terhadap layanan keuangan sudah cukup tinggi, tetapi pemanfaatannya belum sepenuhnya merata.

Farid mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar bagi LPS untuk menghadirkan edukasi keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui LFF 2026.

“Lampung Financial Festival bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Tahun ini, semangat yang sama telah hadir di Yogyakarta melalui Yogyakarta Financial Festival di bulan Mei-2026, dan kini kita membawanya ke Lampung. Tujuannya sederhana: membumikan literasi dan inklusi keuangan dari satu provinsi ke provinsi lain, dari kampus, sekolah, desa, hingga pesantren dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter setiap daerah,” ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Farid Azhar Nasution saat membuka LFF 2026.

Menurut Farid, kondisi Lampung dapat disederhanakan sebagai masyarakat yang sudah cukup mengetahui mengenai keuangan, tetapi belum sepenuhnya menggunakan layanan keuangan secara optimal.

BACA JUGA :  Andi Sumangerukka Tegaskan Jaminan Reklamasi Jadi Syarat Persetujuan RKAB Tambang MBLB

Karena itu, LFF 2026 diarahkan untuk mempertemukan edukasi keuangan dengan pengalaman langsung masyarakat. Berbagai sektor industri keuangan hadir melalui booth edukatif dan interaktif.

Perbankan, pasar modal, asuransi, fintech dan sektor jasa keuangan lainnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal produk, layanan serta perkembangan industri keuangan secara lebih dekat.

Pelaku UMKM juga turut dilibatkan dalam festival sebagai representasi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan potensi usaha lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah LPS menghadirkan festival literasi keuangan bagi generasi muda. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke seluruh provinsi.

“Saya kira acara ini bagus sekali sehingga bisa memberikan motivasi dan pengetahuan kepada anak-anak muda kita, kalau bisa tiap provinsi bikin ya. Tentunya untuk untuk membuat anak-anak muda kita sadar mengenai pentingnya pengetahuan tentang keuangan. Karena finansial itu harus direncanakan, tanpa bisa menghitung, tanpa bisa merencanakan itu sulit untuk sukses ya,” jelasnya.

LFF 2026 resmi dibuka pada Sabtu (5/9/2026) dan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (6/9/2026). Ribuan peserta yang mayoritas merupakan generasi muda dari SMA, SMK dan universitas di Lampung memadati lokasi acara sejak pagi.

Selain edukasi, LFF 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain COO BPI Danantara Dony Oskaria, Rafi Ahmad, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Chairman CT Corp Chaerul Tanjung, Gubernur Lampung Rahmat Marzuni dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.