LPS: Indeks Kepercayaan Konsumen Turun Jadi 83,8 pada Agustus 2026

oleh -137 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  – Kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian mengalami sedikit pelemahan pada Agustus 2026. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) tercatat 83,8, turun 0,4 poin dibandingkan Juli 2026 yang berada di level 84,2.

Penurunan tersebut terutama bersumber dari Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang turun 2,5 poin menjadi 61,5. Kondisi itu menunjukkan melemahnya persepsi konsumen terhadap perekonomian, khususnya terkait kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja saat ini.

Namun, pandangan konsumen terhadap prospek ekonomi ke depan justru membaik. Indeks Ekspektasi (IE) menguat 1,1 poin menjadi 100,5.

Penguatan tersebut mengindikasikan optimisme konsumen terhadap prospek perekonomian dan pendapatan pada masa mendatang masih terjaga, meskipun persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mengalami tekanan.

Berdasarkan Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), penurunan kepercayaan konsumen antara lain dipengaruhi kenaikan harga bahan pokok dan terbatasnya lapangan kerja.

Tekanan juga terjadi pada sektor pertanian akibat kekeringan, gangguan produksi, gagal panen, serta penurunan harga jual hasil panen.

Musim kemarau dan kekeringan yang masih berlangsung sepanjang Agustus 2026 menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah pertanian.

Di sisi lain, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan normalisasi pasokan turut menahan pelemahan kepercayaan konsumen. Kondisi tersebut juga meredakan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan rumah tangga, IKK menunjukkan perkembangan yang berbeda.

IKK rumah tangga berpendapatan di atas Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan mengalami penurunan paling besar, yakni 2,2 poin. Sementara IKK rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan turun 0,4 poin.

Sebaliknya, IKK rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan meningkat 3,4 poin. IKK rumah tangga berpendapatan Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan juga naik 0,7 poin.

BACA JUGA :  Asmo Sulsel dan Disdikbud Sultra Teken MoU Perkuat Pendidikan Vokasi

Adapun IKK rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan masih berada di atas level 100. Hal ini menunjukkan kelompok tersebut masih memiliki optimisme dalam menilai kondisi perekonomian.

Perkembangan IKK pada Agustus 2026 memperlihatkan adanya perbedaan antara penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi masyarakat terhadap masa depan. Meskipun kondisi saat ini masih menghadapi sejumlah tekanan, optimisme terhadap prospek ekonomi dan pendapatan ke depan justru mengalami penguatan.