La Ode Darwin Pimpin HKTI Muna Barat, Bidik Sentra Jagung hingga Cetak Sawah 800 Hektare

oleh -91 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – La Ode Darwin resmi dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra). Setelah dilantik, Darwin langsung menetapkan penguatan produksi pertanian, perluasan lahan persawahan hingga peningkatan akses petani terhadap program pemerintah sebagai agenda utama organisasi ke depan.

Darwin dilantik bersama jajaran pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara di Aula Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026). Pelantikan dilakukan oleh Sekjen DPN HKTI, H. Abdul Kadir Karding.

Darwin mengatakan, amanah memimpin HKTI Muna Barat bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan petani di daerah tersebut. Hal itu dinilai penting mengingat sebagian besar masyarakat Muna Barat menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

“Ini menjadi tanggung jawab kami ke depan untuk menjalankan berbagai program, terutama dalam memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan para petani di Kabupaten Muna Barat,” ujar Darwin.

Salah satu agenda yang akan didorong Darwin adalah menjadikan Muna Barat sebagai salah satu sentra produksi jagung untuk wilayah kepulauan. Produksi komoditas tersebut akan terus dimaksimalkan agar memiliki skala produksi yang lebih besar dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Selain jagung, pengembangan komoditas padi dan kacang tanah juga menjadi perhatian. Darwin ingin peningkatan produksi berbagai komoditas pertanian tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Agenda lainnya yakni memperluas areal persawahan melalui program cetak sawah baru. Lebih dari 800 hektare lahan diproyeksikan masuk dalam program tersebut yang pelaksanaannya direncanakan berlangsung mulai tahun ini hingga tahun depan.

“Kementerian Pertanian sudah turun untuk melakukan peninjauan terkait cetak sawah baru,” katanya.

Namun, menurut Darwin, perluasan lahan pertanian tidak akan optimal tanpa penyelesaian persoalan dasar yang dihadapi petani, salah satunya ketersediaan air. Karena itu, kebutuhan infrastruktur pendukung pertanian tersebut akan menjadi bagian yang diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Transaksi QRIS di Sultra Capai 6,8 Juta per April, BI Dorong Edukasi dan Inklusi Digital

Darwin mengatakan, HKTI akan dimaksimalkan sebagai jembatan komunikasi untuk memperkuat hubungan antara petani Muna Barat dengan pemerintah pusat. Jejaring organisasi di tingkat nasional dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus aspirasi petani.

“HKTI memiliki jejaring ataupun hubungan yang cukup baik dengan pemerintah pusat. Insya Allah akan menjadi langkah yang lebih baik untuk membantu menyampaikan aspirasi petani Muna Barat,” jelasnya.

Darwin juga berharap kepemimpinan Gubernur Sultra sebagai Ketua HKTI Provinsi dapat memperkuat konektivitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Menurut dia, hubungan tersebut penting agar berbagai program pertanian dari pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan petani di daerah.

Dengan demikian, kepemimpinan Darwin di HKTI Muna Barat diarahkan tidak hanya pada penguatan organisasi, tetapi juga pada agenda yang lebih konkret. Mulai dari peningkatan produksi jagung, padi dan kacang tanah, perluasan lahan sawah, pemenuhan kebutuhan air hingga membuka akses petani terhadap dukungan dan program pemerintah pusat.