Bandar Lampung, Berikabar.co – Sesi berbeda yang tak kalah menarik perhatian pengunjung hadir melalui Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. di hari kedua Lampung Financial Festival (LFF) 2026 di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).
Anggito menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda melalui penampilan musik flute yang membawakan theme song film Jumbo. Penampilan tersebut juga menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai semangat, perjuangan dan pentingnya terus berkembang.
Dalam penampilannya, Anggito didampingi seorang siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Fatmawati Jakarta bernama Sani yang menyampaikan bahasa isyarat.
“Pesan moral dari lagu dan film tersebut sangat dalam, dan tadi yang bahasa isyarat ketika saya bermain flute itu anak bernama Sani, siswi dari Sekolah Luar Biasa Fatmawati Jakarta. Nah dia punya prestasi, dia ini adalah binaan LPS jadi LPS bantu memberikan beasiswa bantuan karena prestasi dan kemauannya yang tinggi,” ujarnya.
Kepada generasi muda yang hadir, Anggito juga menitipkan tiga pesan penting. Pertama, generasi muda harus berani memiliki cita-cita tinggi dan memperbanyak pengalaman.
Kedua, generasi muda harus mau belajar dari berbagai pengalaman karena kegagalan merupakan bagian dari proses untuk bangkit. Ketiga, kerja keras akan membawa hasil.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari pengunjung. Setelah penampilan pertama selesai, para pengunjung LFF 2026 kompak meminta Anggito kembali memainkan flute.
Merespons permintaan tersebut, Anggito kembali tampil dengan membawakan lagu Burung Camar yang dipopulerkan Vina Panduwinata serta Laskar Pelangi yang dipopulerkan Nidji.
LPS Buka Peluang Perluas Financial Festival ke Seluruh Indonesia
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan LFF bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi bagian dari upaya LPS memperluas jangkauan literasi keuangan masyarakat.
Ia membuka kemungkinan penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
“Ya memang nanti setiap tahun kita akan adakan. Soal tempat nanti kami harus evaluasi dulu, karena dasarnya adalah yang paling penting kita untuk meningkatkan literasi. Nanti kita cek dari daerah mana yang mungkin masih perlu kita upgrading, kita tingkatkan, itu yang akan kita lakukan. Dan apakah sama dengan seperti ini? Bisa iya, bisa juga nanti kita pakai metode yang lain,” ujar Farid.
Menurut Farid, lokasi dan bentuk kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan literasi keuangan masing-masing daerah. Evaluasi terhadap kondisi literasi menjadi salah satu dasar untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penguatan edukasi.
Dengan pendekatan tersebut, LPS ingin memastikan edukasi mengenai keuangan dan penjaminan simpanan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
LFF 2026 di Bandar Lampung sendiri berlangsung selama dua hari dan diikuti ribuan peserta yang mayoritas merupakan generasi muda dari berbagai SMA, SMK dan perguruan tinggi di Lampung.





