Jakarta, Berikabar.co – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Menurut Friderica, kontribusi tersebut harus diwujudkan melalui penguatan stabilitas dan integritas sektor jasa keuangan, perluasan akses keuangan yang aman dan bertanggung jawab, serta optimalisasi peran industri jasa keuangan dalam mendukung kegiatan ekonomi produktif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Friderica saat menjadi inspektur upacara peringatan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/8/2026). Upacara tersebut diikuti ribuan pegawai OJK.
“Untuk memperkuat Indonesia yang berdaulat, kita harus memastikan sektor jasa keuangan tetap kuat, stabil, berintegritas, dan mampu mendukung program pembangunan nasional. Pengawasan kita harus tangguh menghadapi gejolak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, tegas dalam menegakkan ketentuan, dan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa,” kata Friderica saat menyampaikan amanat pada Upacara Kemerdekaan ke-81 RI, di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.
Perluas Akses Keuangan
Untuk mewujudkan Indonesia yang adil, Friderica menekankan pentingnya OJK terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bertanggung jawab.
“Inklusi harus berjalan bersama literasi. Inovasi harus berjalan bersama pelindungan konsumen. Kemajuan digital harus membuka pintu kesempatan, bukan menciptakan ruang baru bagi penipuan, penyalahgunaan data, atau praktik yang merugikan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, keadilan dalam sektor jasa keuangan juga berarti memastikan kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Kelompok tersebut mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, generasi muda, serta masyarakat yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sementara untuk mendorong Indonesia yang makmur, sektor jasa keuangan harus mampu menjadi penggerak kegiatan ekonomi produktif. Pembiayaan perlu diarahkan kepada usaha yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi dan industri nasional, mendorong inovasi, serta menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tiga Amanah Strategis Presiden
Di hadapan jajaran pegawai OJK, Friderica juga mengingatkan semakin besarnya tugas dan kepercayaan yang diberikan negara kepada lembaga tersebut.
Kepercayaan itu, kata dia, sejalan dengan amanah strategis yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026.
“Bagi kita, ini bukan sekadar bertambahnya tugas dan kewenangan. Ini adalah kepercayaan negara kepada OJK yang harus kita jaga,” kata Friderica.
Friderica menyebut terdapat tiga amanah strategis yang diberikan kepada OJK, yakni membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), melakukan Reformasi Pasar Modal, serta memperkuat Ekosistem Pasar Karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Dalam menjalankan amanah terkait BMKS, OJK memiliki tanggung jawab untuk membangun pasar mineral dan komoditas strategis yang kredibel, transparan, dan berintegritas. Bursa tersebut juga diharapkan mendukung terbentuknya Indonesia Reference Price.
“Ini bukan semata-mata membangun sebuah bursa. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pasar Indonesia di bidang Mineral dan Komoditas Strategis, untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.
Reformasi Pasar Modal dan Ekonomi Hijau
Sementara itu, agenda Reformasi Pasar Modal yang telah dijalankan OJK sejak awal 2026 dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat pembiayaan pembangunan nasional.
Friderica mengatakan agenda tersebut, termasuk penguatan kelembagaan dan demutualisasi Bursa Efek, harus menjadi momentum untuk membangun pasar modal Indonesia yang semakin dalam, likuid, transparan, berintegritas, kompetitif, dan dipercaya.
Di sisi lain, penguatan ekosistem pasar karbon melalui SRUK dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk membangun pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, serta terhubung dengan pasar global.
OJK, lanjut Friderica, harus memastikan sektor jasa keuangan mampu menjadi enabler yang mempercepat pembiayaan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Peringatan Kemerdekaan ke-81 RI tersebut tidak hanya digelar di Jakarta. Upacara juga dilaksanakan secara serentak di 39 Kantor OJK di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan pengawasan, perluasan akses keuangan, reformasi pasar modal, pengembangan bursa komoditas strategis, serta penguatan pasar karbon, OJK menempatkan sektor jasa keuangan sebagai salah satu instrumen penting untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.





