Indosat Business Luncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI, Bantu Industri Tekan Biaya dan Penuhi Regulasi

oleh -78 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui lini bisnis korporatnya, Indosat Business, resmi meluncurkan Solusi Manajemen Energi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya membantu perusahaan meningkatkan efisiensi energi, memenuhi kewajiban regulasi, sekaligus mempercepat transformasi digital sektor industri.

Peluncuran solusi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan energi yang lebih terukur. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2023 dan standar internasional ISO 50001, pengguna energi skala besar diwajibkan menerapkan program konservasi energi secara terstruktur, termasuk pemantauan real-time, sub-metering, serta pelaporan berkala.

Di sisi lain, konsumsi energi nasional terus meningkat. Konsumsi energi final Indonesia pada 2024 tercatat mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade, yakni 1,276 miliar Setara Barel Minyak (SBM). Sektor industri menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 45,94 persen dari total kebutuhan energi nasional, sementara konsumsi listrik tumbuh lebih dari lima persen setiap tahun.

Dalam operasional industri, biaya listrik kini mencapai sekitar 8 hingga 12 persen dari total biaya operasional. Namun, keterbatasan pemantauan secara real-time menyebabkan banyak perusahaan diperkirakan kehilangan 10 hingga 30 persen energi akibat inefisiensi, anomali peralatan, serta pemborosan yang sebenarnya dapat dicegah.

Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P. Hutajulu, mengatakan konservasi energi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan pelaku industri.

“Konservasi energi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku industri. PP No. 33/2023 dirancang untuk mendorong pengguna energi skala besar melakukan pemantauan dan pelaporan secara real-time. Solusi yang diluncurkan oleh Indosat Business hari ini menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis yang dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi dan daya saing nasional, tetapi juga membantu industri memenuhi kewajiban kepatuhan serta aspek keberlanjutan mereka,” tuturnya.

BACA JUGA :  OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Kerugian Pemegang Polis Capai Rp566 Miliar

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, menegaskan bahwa energi kini telah menjadi faktor strategis yang memengaruhi daya saing perusahaan.

“Energi kini telah berkembang dari sekadar biaya operasional menjadi variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas, keandalan, dan daya saing. Kami tidak sekadar memberikan alat pemantau kepada para pelaku usaha, melainkan bekerja sama mendampingi mereka untuk menyelesaikan masalah nyata yang mereka hadapi. Dalam hal ini, kami memadukan kapabilitas jaringan, data, dan AI milik Indosat dengan keahlian operasional mereka di lapangan. Sebagai perusahaan telekomunikasi, kami memiliki posisi unik untuk melakukan hal ini dalam skala besar; jaringan nasional kami telah menjangkau lokasi-lokasi terpencil, menara telekomunikasi, dan fasilitas industri yang menjadi tumpuan pemantauan energi. Kami menyatukan konektivitas, platform, dan managed service dalam satu pintu tanggung jawab tunggal, bukan melalui sistem multi-vendor yang terpisah-pisah. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk memecahkan tantangan bisnis yang nyata bersama para pelaku usaha yang kami layani, sejalan dengan semangat #LebihBaikIndosat.”

Integrasikan AI dan IoT untuk Efisiensi Operasional

Solusi Manajemen Energi Indosat Business didukung AI-driven Intelligence Layer yang secara berkelanjutan menganalisis data operasional untuk mendeteksi anomali, menghasilkan peringatan prediktif, serta mengidentifikasi peluang optimalisasi penggunaan energi.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat beralih dari sistem pemeliharaan yang bersifat reaktif dan pelaporan manual menuju operasional yang lebih prediktif dan berbasis data.

Solusi ini hadir sebagai end-to-end managed service yang mengintegrasikan perangkat IoT berbasis sensor, konektivitas aman, platform terpusat, serta analitik dalam satu dasbor terpadu.

Indosat Business menghadirkan lima kapabilitas utama yang dapat dimanfaatkan lintas sektor industri, yaitu pemantauan daya untuk meningkatkan efisiensi listrik di sektor manufaktur, gedung perkantoran, ritel, perbankan, dan pendidikan; pemantauan genset dan transformator secara real-time bagi sektor minyak dan gas, pertambangan, menara telekomunikasi, pusat data, serta perbankan; sistem pemantauan baterai guna menjaga keandalan daya cadangan pada operasional kritis; sistem penerangan jalan umum pintar untuk pemerintah dan pengembang kawasan; serta pemantauan air dan gas guna mendeteksi kebocoran utilitas di kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan kawasan terpadu.

BACA JUGA :  IM3 Hadirkan Pesta Hadiah 2025, Apresiasi Loyalitas Pelanggan dengan Ribuan Hadiah Spektakuler

Berbagai kapabilitas tersebut dirancang untuk membantu perusahaan menekan biaya utilitas, mengoptimalkan pemanfaatan aset, meminimalkan downtime, sekaligus mempermudah pemenuhan kewajiban pelaporan konservasi energi dan pencapaian target Environmental, Social, and Governance (ESG).

Melalui peluncuran Solusi Manajemen Energi berbasis AI ini, Indosat Business kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi digital yang memberikan nilai nyata bagi pelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sejalan dengan semangat #LebihBaikIndosat.