Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong percepatan implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor perbankan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar sekaligus menghadapi penilaian KEJAR Award 2026.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pihaknya menyambut positif akselerasi Program KEJAR yang tengah berlangsung di Kota Kendari maupun Kabupaten Konawe.
Menurut Bismi, Program KEJAR telah menunjukkan capaian signifikan secara nasional sejak diluncurkan pada 2020. Hingga Triwulan I 2026, program tersebut berhasil menghimpun 59,03 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp29,13 triliun.
“Program KEJAR secara nasional telah berhasil menghimpun 59,03 juta rekening pelajar dengan nominal Rp29,13 triliun. Capaian ini merupakan hasil dari sinergi panjang yang dibangun sejak peluncuran program pada 2020, dan menjadi bukti nyata bahwa budaya menabung sejak dini dapat dibangun secara sistematis apabila seluruh ekosistem bergerak bersama,” kata Bismi.
Ia menjelaskan, KEJAR Award 2026 merupakan bentuk apresiasi OJK kepada berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam memperluas kepemilikan rekening pelajar, mulai dari perbankan, satuan pendidikan hingga pemerintah daerah.
Tahun ini, penilaian dilakukan secara regional dengan membagi peserta ke dalam lima wilayah. Untuk regional Sulawesi, kompetisi melibatkan enam provinsi, 81 kabupaten/kota, serta empat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
“Ini artinya, Sulawesi Tenggara ikut berkompetisi di kancah yang cukup ketat, dan kami mendorong seluruh pihak untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Dalam rangka memperkuat kesiapan daerah menghadapi penilaian tersebut, OJK Sultra telah mengintensifkan koordinasi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.
Bismi mengungkapkan, rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Kendari pada 10 Juni 2026 serta pertemuan dengan TPAKD Kabupaten Konawe dan BPR Bahteramas Konawe pada 8 Juni 2026 merupakan bagian dari strategi untuk memastikan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rekening pelajar yang terbentuk.
“Terkait langkah OJK Sultra, kami telah mengintensifkan koordinasi melalui TPAKD baik di tingkat Kota Kendari maupun Kabupaten Konawe. Rapat koordinasi bersama Pemkot Kendari pada 10 Juni 2026 dan bersama TPAKD Konawe serta BPR Bahteramas Konawe pada 8 Juni 2026 merupakan bagian dari strategi kami untuk memastikan bahwa capaian program tidak hanya dari sisi kuantitas rekening, tetapi juga mencakup kualitas implementasi, komitmen regulasi daerah, alokasi anggaran, dan keberlanjutan sosialisasi yang kesemuanya menjadi kriteria penilaian KEJAR Award 2026,” jelasnya.
OJK Sultra juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Konawe atas komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung perluasan akses keuangan bagi pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Kendari, Bapak Sudirman, serta Asisten II Pemkab Konawe, Bapak Srijoko Wahyu Hendro, beserta jajaran BPR Bahteramas Konawe di bawah pimpinan Direktur Utama Bapak Dr. Ahmat. Kolaborasi seperti inilah yang sesungguhnya menjadi roh dari Program KEJAR bahwa literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tugas OJK, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen daerah,” katanya.
Ke depan, OJK Sultra berkomitmen terus mendampingi seluruh pemangku kepentingan agar proses penyampaian dokumen pendukung KEJAR Award yang akan berakhir pada 31 Juli 2026 dapat dipenuhi secara optimal dan akuntabel.
Selain itu, Bismi juga menekankan pentingnya dukungan media dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami juga berharap agar peran media dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menabung sejak dini dapat terus diperkuat, karena publikasi yang positif turut memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku keuangan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Bismi berharap sinergi seluruh pihak dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan pelajar di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Semoga kita dapat mewujudkan Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan tingkat inklusi keuangan pelajar yang semakin tinggi, sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.





