Survei IDM: Kepercayaan Publik Polri Tembus 79,2%, Masyarakat Apresiasi Peran dalam Ketahanan Pangan

oleh -83 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tren positif terhadap institusi Polri. Di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto, kepercayaan publik terhadap Polri kini mencapai angka 79,2 persen. Capaian ini menandai pemulihan signifikan citra kepolisian di mata masyarakat pasca dinamika keamanan pada Agustus 2025 lalu.

Survei yang melibatkan 1.580 responden di 34 provinsi ini menyoroti keterlibatan aktif Polri dalam program strategis pemerintah, yakni ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan respons positif terhadap peran baru korps bhayangkara tersebut.

“Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menunjukkan sebanyak 52,3 persen responden yang mengetahui adanya peran kepolisian dalam program Ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sementara sebanyak 45,2 persen tidak mengetahui peran Polri dalam program Ketahanan pangan dan selebihnya 2,5 persen tidak menjawab,” kata Dedi Rohman dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Sebanyak 78,7 persen responden mengapresiasi kinerja Polri dalam mewujudkan swasembada pangan. Selain itu, angka kepuasan lebih tinggi terlihat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana 83,8 persen responden menilai positif peran Polri, terutama melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Polri dinilai berhasil meningkatkan citra humanis melalui pengawasan mutu pangan (Security food) dan distribusi yang tertib, terutama melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ungkap Dedi Rohman.

Inovasi Polri ini bahkan mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, termasuk kunjungan dari Kedutaan Besar Prancis dan apresiasi dari Rockefeller Foundation terkait sistem penyediaan pangan yang efisien dan higienis.

Selain aspek pangan, Polri mencatatkan angka memuaskan pada fungsi utamanya. Sebanyak 88,7 persen masyarakat mengaku merasa aman beraktivitas di malam hari. Di bidang pelayanan publik seperti pengurusan SIM dan pengaturan lalu lintas, tingkat kepuasan mencapai 81,2 persen. Sementara untuk penegakan hukum terhadap kejahatan narkoba hingga judi, sebanyak 75,1 persen responden menyatakan puas.

BACA JUGA :  Nyalakan Energi Keberkahan, PLN UIP Sulawesi Santuni Anak Yatim dan Kaum Disabilitas di Kendari

Dedi Rohman menambahkan bahwa tingginya kepercayaan terhadap Polri ini berjalan beriringan dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan secara umum.

“Hasil survei kinerja Polri ini juga memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi.

Survei yang dilakukan secara tatap muka dengan metode multistage random sampling ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,47 persen. Hasil ini menegaskan bahwa transformasi Polri menuju institusi yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat mulai dirasakan dampak nyatanya secara luas.