Kendari, Berikabar.co – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Kendari tengah mematangkan kesiapan operasional terminal untuk menyambut keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 2026. Fokus utama terletak pada pengaturan alur penumpang di lantai dua serta penyediaan fasilitas bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Kepala UPBU Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, menjelaskan bahwa meski secara spesifik tidak disediakan ruang tunggu eksklusif untuk jemaah haji, pihaknya akan melakukan separasi atau pemisahan operasional di lantai dua. Hal ini dilakukan karena jemaah haji akan berangkat menggunakan penerbangan reguler menuju Embarkasi Makassar.
“Di lantai dua Bandara Haluoleo ini memang tidak kita sediakan secara spesifik terkait dengan Jemaah Haji, namun nanti pengaturan secara operasional akan disesuaikan untuk pelayanan yang lebih optimal. Pasti ada separasi dengan penumpang lain,” ujar Denny Ariyanto.
Denny menambahkan, jemaah dari kloter 35 hingga 43 akan terbagi ke dalam beberapa penerbangan sehingga akan bercampur dengan penumpang umum. Oleh karena itu, pengaturan operasional menjadi konsentrasi utama pihak bandara agar proses keberangkatan tetap tertib.
Sejalan dengan program Pemerintah Provinsi, Bandara Haluoleo juga mempertegas komitmennya sebagai bandara ramah lansia dan disabilitas. Fasilitas pendukung seperti lift dan jalur khusus disabilitas yang sudah ada akan dioptimalkan penggunaannya selama musim haji 2026.
“Terkait dengan masalah ramah lansia dan disabilitas untuk penyelenggaraan haji 2026 ini, kami akan support dan sukseskan. Sebetulnya bandara kita sudah declare ramah disabilitas, seperti adanya fasilitas lift dan jalur khusus,” jelasnya.
Untuk mendukung mobilitas jemaah, pihak bandara menyiagakan sejumlah kursi roda yang dapat digunakan secara bergantian. Denny menyebutkan setidaknya ada sekitar lima unit kursi roda yang disiapkan secara standby di area terminal.
“Ada beberapa unit untuk melayani lansia dan disabilitas, kalau tidak salah ada lima kursi roda. Tentunya penggunaannya bergantian, jadi pelayanan diharapkan bisa berjalan efektif meski digunakan secara bergilir,” pungkas Denny.
Selain kesiapan infrastruktur, pihak bandara juga terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemeriksaan kesehatan jemaah di area bandara berjalan lancar sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.





