Konawe Kepulauan, Berikabar.co – Transformasi digital sistem pembayaran mulai menyentuh wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara. Bank Indonesia bersama OJK dan Pemda Konawe Kepulauan mendorong masyarakat di wilayah Wawonii untuk mengadopsi sistem pembayaran non-tunai guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif.
Analis Bank Indonesia Sultra, M. Fachrul Reza, menjelaskan bahwa literasi mengenai QRIS menjadi sangat penting bagi pelaku UMKM di kepulauan. Penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan yang lebih akuntabel dan modern.
Digitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan sistem pembayaran yang terintegrasi, inklusi keuangan di Konawe Kepulauan dapat terakselerasi lebih cepat meskipun dibatasi oleh tantangan geografis sebagai daerah kepulauan.
Selain digitalisasi, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap kejahatan digital yang sering mengikuti perkembangan teknologi. Masyarakat diminta untuk memahami cara transaksi yang aman agar transformasi digital memberikan manfaat ekonomi tanpa menimbulkan risiko finansial.
Masyarakat yang hadir, termasuk para nelayan dan pelaku UMKM, diajak untuk mulai membiasakan diri dengan layanan keuangan formal yang kini semakin mudah diakses melalui gawai. Bank Indonesia menekankan bahwa ekosistem digital yang sehat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke pelosok desa.
Sinergi antara BI, OJK, dan perbankan seperti PT BPD Sultra memastikan bahwa infrastruktur pembayaran digital tetap berjalan selaras dengan perlindungan konsumen. Inovasi sistem pembayaran ini menjadi bagian dari kampanye besar dalam memperluas cakupan inklusi keuangan nasional di wilayah 3T.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendukung program edukasi ini secara berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang paham digital. Diharapkan, stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Konawe Kepulauan dapat terus terjaga melalui adopsi teknologi yang bijak dan aman.





