Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mengungkap perkembangan signifikan dalam perburuan aset kasus dugaan penipuan investasi AMG Pantheon. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyatakan pihaknya telah berhasil melacak wallet (dompet digital) milik entitas tersebut yang melibatkan transaksi dalam jumlah fantastis.
Dalam penelusuran ini, OJK bersinergi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan PPATK untuk memetakan aliran dana yang ternyata memiliki jaringan lintas negara. Bismi menyebutkan bahwa infrastruktur digital AMG Pantheon menggunakan layanan cloud dari Alibaba (Aliyun) yang pusat servernya terdeteksi berada di Kamboja dan Singapura.
“Kami sudah memastikan wallet dari AMG Pantheon jumlahnya jutaan, puluhan juta dolar. Transaksinya puluhan ribu transaksi dan itu sudah kami trace menggunakan Chainalysis. Kami sudah temukan,” tegas Bismi Maulana Nugraha.
Meski demikian, Bismi menjelaskan tantangan utama saat ini adalah memverifikasi pihak yang paling bertanggung jawab secara hukum. Hal ini dikarenakan dana masyarakat tidak hanya bermuara pada satu titik, melainkan menyebar ke berbagai level pimpinan di bawahnya.
“Dana itu tidak sepenuhnya mengalir kepada wallet AMG, karena ada dana yang mengalir kepada sub-leader dan leader daripada AMG Pantheon itu yang akan kami trace. Kami akan melakukan simulasi dengan teman-teman Polda yang dijadwalkan pada Jumat ini,” tambahnya.
Langkah lebih jauh, OJK Sultra berencana berkoordinasi dengan kantor pusat untuk mendorong adanya Multi-Level Agreement atau kesepakatan bilateral antarnegara guna mengejar pelaku, mengingat ini merupakan kejahatan scam berskala Asia Tenggara. “Kami terus melacak sampai dengan titik darah penghabisan,” pungkas Bismi.





