PLN Goes To School: Tanamkan Budaya Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini bagi Pelajar di Makassar

oleh -50 Dilihat

Makassar, Berikabar.co  – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus memperluas jangkauan literasi keselamatan melalui program Katimbang Siaga Bencana. Kali ini, PLN menyasar generasi muda melalui kegiatan PLN Goes To School yang dilaksanakan di SMAN 21 Makassar pada Jumat (13/2/2026). Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai keselamatan ketenagalistrikan di tengah situasi darurat, khususnya bencana banjir.

Program ini merupakan bagian dari intervensi “Edukasi Anak Sekolah” yang bertujuan membentuk budaya sadar bencana sejak dini. Dalam pelaksanaannya, PLN UIP Sulawesi berkolaborasi dengan tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang guna memastikan materi yang diberikan relevan dengan kondisi geografis wilayah setempat.

Sepanjang sesi yang berlangsung interaktif, para siswa dibekali panduan praktis, seperti langkah mematikan aliran listrik saat air mulai menggenang, larangan menyentuh perangkat listrik dalam kondisi basah, hingga prosedur pelaporan bahaya. Ketua KSB Kelurahan Katimbang, Ruslan, menekankan betapa krusialnya edukasi ini bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan.

“Wilayah kami memiliki potensi risiko banjir, sehingga pemahaman tentang bahaya listrik saat bencana sangat diperlukan. Edukasi dari PLN ini membantu generasi muda agar lebih waspada dan mampu mengambil tindakan yang tepat,” ujar Ruslan.

Apresiasi senada juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMAN 21 Makassar, Drs. A.R. Subandi, M.Si., menilai wawasan aplikatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun kemandirian siswa dalam menghadapi risiko kelistrikan.

“Program ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat. Keselamatan kelistrikan bukan hanya tanggung jawab teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran individu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkap Subandi.

Menanggapi keberhasilan program tersebut, General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pembangunan ketangguhan mental masyarakat terhadap risiko bencana.

BACA JUGA :  Telkomsel Pastikan Pelanggan Tetap Terhubung dari Tanah Suci hingga Pulang

“Melalui program Katimbang Siaga Bencana, PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat kondisi darurat,” jelas Wisnu.

Melalui edukasi ini, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi keselamatan kelistrikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, demi mewujudkan budaya keselamatan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.