Makassar, Berikabar.co – Keamanan pembangunan infrastruktur energi menjadi prioritas utama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi. Guna menjamin kelancaran proyek strategis nasional, jajaran manajemen PLN UIP Sulawesi melakukan audiensi khusus dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) pada Selasa (23/12/2025).
Pertemuan yang berlangsung hangat di Mapolda Sulsel ini diterima langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi kedua institusi untuk menyelaraskan persepsi dalam pengamanan serta pendampingan hukum pada setiap tahapan pembangunan ketenagalistrikan, mulai dari pembangkit hingga jaringan transmisi di wilayah Sulawesi.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menekankan bahwa keterlibatan kepolisian adalah kunci dalam memitigasi risiko di lapangan, mengingat kompleksitas proyek yang dijalankan PLN.
“PLN UIP Sulawesi mengelola proyek-proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi yang memerlukan dukungan pengamanan dan kepastian hukum di lapangan. Oleh karena itu, kesinambungan koordinasi dengan jajaran Polda Sulsel menjadi bagian dari strategi kami dalam menjaga integritas, keselamatan, dan ketertiban proses pembangunan,” ungkap Wisnu.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan komitmen korps Bhayangkara untuk mengawal setiap proses pembangunan agar tidak terhambat oleh kendala keamanan maupun hukum. Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal adalah urat nadi perekonomian masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memiliki peran penting dalam mendukung kepentingan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Polda Sulsel siap mendukung dari aspek pengamanan dan penegakan hukum agar seluruh proses pembangunan berjalan aman dan sesuai ketentuan,” tegas Irjen Pol. Djuhandhani.
Melalui sinergi yang berkelanjutan ini, PLN UIP Sulawesi optimis pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kawasan Timur Indonesia akan berjalan lebih akseleratif. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan tidak hanya menciptakan keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan nasional.





