Kolaborasi UHO-Malaysia Kembangkan Wisata Agro Toronipa, Fokus Pengemasan Sayuran Berdaya Saing

oleh -137 Dilihat

Konawe, Berikabar.co – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO), melalui Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internasional, berupaya memperkuat pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Konawe, Sulawesi Tenggara. Program yang bertajuk “Enhancing Community-Based Ecotourism” ini berfokus pada peningkatan kualitas produk pertanian lokal, khususnya sayuran.

Kegiatan yang dilaksanakan antara Oktober hingga Desember 2025 ini dipimpin oleh Dr. Ilma Sarimustaqiyma Rianse, S.P., M.Sc., dan melibatkan akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (Dr. Azlan Abas).

Kualitas Sayuran Kunci Daya Tarik Wisata

Menurut tim pengusul, kualitas produk pertanian, terutama sayuran, menjadi kunci daya tarik utama bagi wisatawan dan pemasaran. Namun, praktik penanganan pascapanen yang kurang cermat seringkali memperpendek umur simpan dan mengurangi kesegaran produk.

Melalui program ini, masyarakat Toronipa dilatih mengenai teknik penyimpanan dan pengemasan yang tepat untuk memperpanjang umur simpan, menjaga kesegaran, serta nilai gizi sayuran. Pengemasan yang menarik juga dinilai krusial untuk menciptakan kesan positif dan meningkatkan kepuasan pengalaman berbelanja wisatawan.

Inovasi Teknik Penanganan dan Pencucian

Tim UHO mengajarkan praktik penanganan pascapanen yang cermat, meliputi pemanenan menggunakan alat tajam dan wadah bersih untuk mencegah memar, pengumpulan cepat, penyortiran, hingga pengemasan berkualitas.

Salah satu inovasi penting yang dibagikan adalah teknik pencucian sayuran untuk memastikan kebersihannya. Masyarakat diajarkan metode pencucian dengan direndam pada air yang dicampur baking soda.

Metode ini dilakukan dengan melarutkan 2 sendok teh baking soda dalam air, kemudian sayuran direndam selama 10 hingga 15 menit. Teknik ini diklaim efektif membersihkan sayur dari kotoran, ulat, hingga residu pestisida.

Dengan peningkatan kreativitas masyarakat dalam pengemasan dan penyimpanan sayuran, program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Desa Wisata Toronipa sebagai penyedia produk segar berkualitas dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

BACA JUGA :  Kampanye di Wonggeduku Barat, ASR-Hugua Janji Bantuan Traktor dan Bibit