Kendari, Berikabar.co – Sektor Pasar Modal di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan geliat yang sangat positif, ditandai dengan peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi. Data terbaru yang diumumkan oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa minat masyarakat Sultra untuk berinvestasi kian tinggi.
Dalam Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) bersama media di Jakarta pada 29 November 2025 , Kepala Kantor OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha , memaparkan bahwa tren pertumbuhan investor (Single Investor Identification atau SID) di berbagai instrumen investasi terus menunjukkan kenaikan.
Dalam periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025:
-
Jumlah SID Saham naik dari 74.763 menjadi 97.717.
-
SID Reksa Dana meningkat dari 26.720 menjadi 38.409.
-
SID SBN (Surat Berharga Negara) bertambah dari 2.161 menjadi 2.600. Peningkatan jumlah investor ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan. Nilai transaksi saham tercatat tumbuh signifikan, melonjak dari Rp123,64 miliar pada Agustus 2024 menjadi Rp373,09 miliar pada Agustus 2025.
Bismi Maulana Nugraha menyampaikan optimisme terhadap perkembangan ini. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ini adalah cerminan dari keberhasilan upaya edukasi dan inklusi keuangan.
“Peningkatan signifikan baik dari jumlah investor maupun nilai transaksi saham menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat Sultra terhadap pasar modal terus menguat. Ini adalah hasil dari upaya masif edukasi dan inklusi keuangan yang kami lakukan bersama mitra strategis,” ujar Bismi.
Ia menambahkan, dari total komposisi investor per Agustus 2025, instrumen Reksa Dana masih mendominasi dengan share mencapai 70,44%. Sementara instrumen Saham memiliki share sebesar 27,69% dan SBN sebesar 1,87%.
OJK Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan, memastikan masyarakat dapat memanfaatkan Pasar Modal secara cerdas dan aman, sehingga sektor ini dapat berkontribusi optimal bagi perekonomian daerah.





