PT Vale Raih Penghargaan Subroto 2025: Program PPM Matano Iniaku Bukti Nyata Pertambangan yang Hidupkan Alam dan Komunitas

oleh -226 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID dan mitra strategis pemerintah, kembali menorehkan prestasi nasional dalam mewujudkan hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Perusahaan dianugerahi Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)—apresiasi tertinggi sektor ESDM bagi pelaku industri yang berhasil mengintegrasikan keberlanjutan dalam tata kelola bisnis.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Dr. Ing. Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, dan diterima oleh Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberlanjutan sebagai poros pembangunan energi nasional: “Sektor ESDM tidak lagi hanya berbicara tentang produksi, tetapi tentang bagaimana energi dan sumber daya alam dapat memberi nilai tambah, memelihara lingkungan, dan mengangkat kesejahteraan rakyat. Inilah makna keberlanjutan yang sesungguhnya.”

Matano Iniaku: Mengubah Isolasi Menjadi Inspirasi

Bagi PT Vale, penghargaan ini adalah pengakuan atas kisah nyata dari Dusun Matano, sebuah desa kecil di tepian Danau Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur. Program “Matano Iniaku” lahir dari semangat kolaborasi dengan masyarakat, menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Dulunya, Dusun Matano terisolasi dengan akses terbatas (hanya melalui perahu rakit), minim fasilitas air bersih, ketiadaan jaringan internet, dan lahan pertanian yang terdegradasi. Meskipun dikelilingi sumber air bersih alami dari Danau Matano dan Sungai La Waa, masyarakat menghadapi keterbatasan infrastruktur distribusi air bersih.

Melalui program Matano Iniaku, PT Vale mendukung pembangunan sistem pipanisasi yang menyalurkan air bersih langsung ke pemukiman, memastikan setiap keluarga menikmati manfaat sumber daya alam sekitar secara berkelanjutan. Kini, berkat pendekatan partisipatif, desa ini menjadi model pemberdayaan yang diakui secara nasional. PT Vale menggabungkan enam pilar modal pembangunan—natural, social, individual, intellectual, infrastructure, dan cultural capital—yang terbukti menciptakan perubahan sistemik di masyarakat.

BACA JUGA :  Sinergi Barantin dan Mabes Polairud Gagalkan Penyelundupan 193 Burung Endemik Sultra

Dampak Nyata Program Matano Iniaku mencakup:

  • Lingkungan Pulih: Rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 200 hektare, meningkatkan debit air Sungai La Waa hingga 0,6 m³/detik, dan menurunkan emisi hingga 22.538 ton CO₂eq.
  • Ekonomi Bangkit: Peningkatan pendapatan kelompok rentan hingga Rp 1–4 juta per bulan melalui agroforestri, eco-creative center, dan wisata berbasis alam.
  • Akses Dasar Membaik: Penyediaan ambulans speedboat, akses air bersih, dan jaringan telekomunikasi melalui pembangunan menara BTS.
  • Kelembagaan Tumbuh: Pembentukan empat kelembagaan lokal—Pokdarwis, KWT, kelompok tani, dan relawan pemadam kebakaran (Redkar)—memperkuat kohesi sosial.
  • Budaya Terjaga: Revitalisasi tradisi Padungku dan Jaga Air menumbuhkan kesadaran ekologi masyarakat.

Dengan investasi sosial lebih dari Rp 5 miliar, program ini menciptakan Social Return on Investment (SROI) 1:1,08, menegaskan dampak berkelanjutan yang dihasilkan.

Endra Kusuma, Direktur Hubungan Eksternal PT Vale Indonesia, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang bersama masyarakat dan pemerintah daerah. “Matano Iniaku adalah kisah tentang mendengarkan. Kami belajar bahwa perubahan sejati lahir ketika perusahaan dan masyarakat berjalan bersama, bukan berseberangan. Penghargaan Subroto ini adalah milik seluruh warga Luwu Timur yang telah membuktikan bahwa keberlanjutan bukan konsep, melainkan tindakan.”

Komitmen Berkelanjutan dan Konsistensi Prestasi

Kemenangan PT Vale dalam Penghargaan Subroto 2025 menegaskan sinergi antara industri dan pemerintah dalam mewujudkan transformasi energi berkeadilan. Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, menambahkan bahwa merupakan kebanggaan bagi PT Vale untuk dapat bersama pemerintah terus mendorong hilirisasi dan tanggung jawab sosial-lingkungan. “Penghargaan ini memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan praktik pertambangan rendah karbon, berbasis PLTA, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.”

Penghargaan Subroto 2025 menjadi babak lanjutan dari konsistensi PT Vale sejak menerima Penghargaan Subroto 2018 (kategori Manajemen Lingkungan Terbaik), 2019 (Perlindungan Lingkungan Pertambangan), 2022 (Program Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif di bidang Kesehatan), serta beruntun pada 2024 dan 2025 (Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat/PPM).

BACA JUGA :  Hadirkan Jaringan dan Layanan Broadband Terdepan, Telkomsel Siap Sukseskan Pemilu 2024

Capaian beruntun ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bagi PT Vale bukanlah proyek sesaat, melainkan budaya kerja yang menempatkan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama untuk menumbuhkan kehidupan yang berdaya, dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan komunitas.