OJK Sultra Inisiasi MoU Strategis, Perkuat Akses Pembiayaan dan Kepastian Pasar Kakao

oleh -285 Dilihat

Konawe Selatan, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor unggulan daerah dengan menginisiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Pengembangan Ekonomi Daerah yang difokuskan pada komoditas kakao. Acara penting ini dilangsungkan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), salah satu wilayah utama penghasil kakao di Sultra.

Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program pengembangan ekonomi tahun 2025. Sultra sendiri dikenal sebagai provinsi kedua terbesar penghasil kakao nasional selama 15 tahun terakhir.

MoU tersebut melibatkan kolaborasi multi-pihak, mencakup Industri Jasa Keuangan (IJK) seperti Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara, dan PT BPR Bahteramas Konawe Selatan. Sinergi juga diperkuat dengan partisipasi offtaker PT Comextra Majora dan kelompok tani Kecamatan Lalembuu.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa penandatanganan ini adalah langkah awal yang penting untuk memajukan sektor pertanian kakao.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan momentum strategis dalam memperluas akses keuangan, mendorong produktivitas, dan memperkuat pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pertanian kakao yang menjadi salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tenggara bahkan di tingkat nasional,” ujarnya.

Hadirnya PT Comextra Majora sebagai offtaker (penjamin pembelian) memberikan keuntungan ganda. Perusahaan tersebut tidak hanya menjamin kepastian pasar, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas produksi kakao melalui bimbingan teknis berkelanjutan.

Melalui MoU ini, petani diuntungkan dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, aman, dan terjangkau. Sementara IJK mendapatkan kesempatan memperkaya portofolio kredit produktif dan memperluas basis nasabah. PT Comextra Majora di sisi lain, memastikan pasokan kakao berkualitas konsisten dari Lalembuu.

Di akhir kegiatan, dilakukan peninjauan ke lokasi budidaya kakao seluas 20 Ha milik petani yang telah dibiayai oleh PT Bank Mandiri, menegaskan komitmen nyata dari kesepakatan yang baru saja ditandatangani.

BACA JUGA :  Asmo Sulsel Gelar City Ride, Ratusan Pengguna Scoopy Tumpah Ruah di Makassar