BI Sultra Dorong Ekonomi Inklusif Lewat GenBI: Literasi Syariah Kunci Pertumbuhan UMKM Halal dan Wakaf Produktif

oleh -253 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar edukasi ekonomi dan keuangan syariah yang menyasar generasi muda, khususnya anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI), di Aula Wakatobi KPwBI Sultra. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi dan pemahaman mahasiswa, menjadikan mereka agen penyebar informasi ekonomi syariah di masyarakat luas.

Rahardian Tri Aji, Deputi Kepala KPwBI Sultra, menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di wilayah tersebut.

“Ekonomi syariah saat ini menjadi salah satu pondasi pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan visi pemerintah pusat yang tercantum dalam program strategis nasional. Oleh karena itu, BI turut mendukung pengembangan ini melalui kegiatan literasi seperti yang kami laksanakan hari ini,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Sektor Halal dan Keuangan Sosial Tunjukkan Tren Positif

Pertumbuhan ekonomi syariah di Sultra menunjukkan tren positif, diindikasikan oleh peningkatan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mengantongi sertifikat halal. BI Sultra aktif memfasilitasi konsultasi kepada pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikasi ini.

BI juga mendorong pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), dengan Masjid Al Alam di Kendari sebagai salah satu contoh keberhasilan, serta peningkatan jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat halal.

“Dengan adanya Zona KHAS dan RPH bersertifikat halal, kami berharap semakin banyak produk halal yang tersedia di Sulawesi Tenggara. Hal ini tentu akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah secara keseluruhan di daerah kita,” terangnya.

Di tempat yang sama, Makmur Panjaitan, pemateri dalam acara tersebut, menuturkan bahwa UMKM halal adalah kunci utama pengembangan ekonomi syariah, terutama sektor makanan dan minuman yang mendominasi dan sesuai dengan permintaan pasar global. “Selain itu, keuangan syariah juga terus menunjukkan perkembangan yang sehat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Makin Ekspresif, New Honda BeAT Hadir Sesuai Gaya Hidup Terkini

Ia menjelaskan bahwa keuangan syariah terbagi dua: konvensional dan sosial (ZISWA: zakat, infak, sedekah, dan wakaf). BI saat ini fokus mendorong pengembangan wakaf produktif, di mana dana wakaf dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang menghasilkan nilai ekonomi, seperti investasi atau proyek bisnis sosial, guna memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan.

Dukungan terhadap keuangan syariah juga diperkuat melalui kebijakan pemerintah pusat, seperti merger bank syariah menjadi BSI, dan dorongan pemerintah daerah Sultra dalam mengembangkan destinasi wisata ramah Muslim, seperti Zona KHAS Al Alam Kendari.