Kendari, Berikabar.co — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi dan infrastruktur pelabuhan sebagai fondasi untuk mengembangkan sektor perikanan yang diyakini akan menjadi pilar ekonomi masa depan Sultra.
Dalam kunjungannya ia menegaskan komitmennya untuk memajukan sektor perikanan sebagai sumber daya utama setelah sumber daya mineral habis.
“Yang kita ingin kembangkan itu adalah sektor perikanan. Sektor perikanan itu harus ada ide perikanan, sampai kita harus buat pabrik pengalengan ikan,” tegasnya.
Ia optimistis, infrastruktur yang ada di PPS Kendari sangat memadai untuk menarik minat investor. Keberadaan dermaga yang memadai dan komunitas nelayan yang aktif dinilainya sebagai modal kuat.
“Semuanya lengkap. Ini sangat memungkinkan kalau dia ingin berinvestasi di sini,” tambahnya.
Pemprov Siapkan Stimulus dan Dukungan untuk Nelayan
Untuk mendukung investasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, Gubernur Sultra juga mengumumkan akan ada program Kampung Nelayan Merah Putih. Program kolaborasi antara Pemprov dengan pemerintah pusat ini akan memberikan bantuan langsung kepada nelayan.
“Setiap rumah nelayan akan mendapatkan bantuan Rp50 juta. Kita siapkan rumahnya, sekolahnya, bahkan masa depan mereka,” katanya.
Andi Sumangerukka optimistis potensi perikanan Sultra sangat besar, mengingat 70% wilayahnya adalah lautan. Sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, dan calon investor diharapkan dapat mendorong hilirisasi produk perikanan secara besar-besaran, yang akan menjadi penggerak ekonomi utama bagi Sultra di masa depan.
Pelabuhan Siap Sambut Investor, Lahan 10 Hektare Menunggu
Kunjungan Gubernur disambut baik oleh Kepala DJPI PPS Kendari, Asep Saepulloh, yang menyebutnya sebagai “angin segar” yang dapat membuka komunikasi dengan para investor di sektor perikanan. Asep menjelaskan bahwa PPS Kendari memiliki total lahan 42 hektare, di mana 10 hektare di antaranya merupakan ruang kosong yang siap untuk dikembangkan.
“Ada ruang kosong sekitar 10 hektare. Saya sudah sampaikan kepada Bapak Gubernur, ini bisa digunakan untuk investasi, seperti pembangunan pabrik pengolahan ikan,” terang Asep.
Potensi Produksi dan Ekspor Melimpah
Menurut Asep, PPS Kendari memiliki potensi produksi yang sangat besar, dengan rata-rata harian mencapai 80 hingga 100 ton. Komoditas unggulan yang paling dominan di pelabuhan ini adalah ikan layang, cakalang, dan rajungan. Saat ini, hasil tangkapan dari pelabuhan Kendari telah menembus pasar internasional, dengan rajungan diekspor ke Amerika dan ikan layang serta cakalang dikirim ke Tiongkok.





