Hasil Uji di Bawah Baku Mutu: PT Vale Lanjutkan Kompensasi dan Pemulihan Lingkungan Pasca Insiden Pipa Towuti

oleh -295 Dilihat

Towuti, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menegaskan komitmennya terhadap penanganan insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi pada 12 September 2025 lalu. Setelah masa tanggap darurat berakhir, fokus perusahaan beralih pada pemulihan menyeluruh, transparan, dan inklusif, dengan memprioritaskan dialog bersama seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen utama PT Vale adalah menanggapi kekhawatiran masyarakat melalui langkah-langkah nyata dan teruji secara ilmiah. Hingga saat ini, lebih dari 284 aduan dari enam desa terdampak (Lioka, Wawondula, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu) telah tercatat melalui Posko Pengaduan di Kantor Camat Towuti dan interaksi langsung. Lebih dari separuh laporan tersebut telah ditindaklanjuti, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendengarkan aspirasi warga.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Luwu Timur, Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menggarisbawahi pentingnya proses pemulihan yang didasarkan pada partisipasi. “Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini bukan hanya soal menyelesaikan dampak, tapi juga membangun kembali kepercayaan bersama,” tegasnya.

Penanganan Dampak Berbasis Sains dan Proporsional

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale menyusun klasifikasi dampak yang komprehensif, mencakup sawah, kebun, empang, ternak, dan nelayan. Klasifikasi ini, yang terbagi dalam tingkat keparahan rendah, sedang, hingga tinggi, bertujuan memastikan setiap warga terdampak menerima penanganan yang proporsional sesuai kondisi riil. Proses saat ini tengah memasuki tahap verifikasi akhir sebelum penandatanganan perjanjian dan penyaluran kompensasi.

Untuk menjamin akuntabilitas, PT Vale didukung oleh tim ahli independen, termasuk Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari. Selama tiga minggu terakhir, pengambilan sampel air, udara, dan tanah dilakukan secara terbuka, dicatat secara detail, disegel, dan diuji di laboratorium resmi.

BACA JUGA :  Subsidi PPnBM 3 Persen Hybrid, Innova Zenix HV & Yaris Cross HV Turun Harga

Hasil uji hingga 24 September 2025 sangat meyakinkan: kadar Merkuri (Hg) tercatat dan Kromium (Cr6+) —angka yang jauh di bawah batas baku mutu I.

Mengenai transparansi ini, Prof. Fatma menyatakan: “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Karena itu, seluruh pengambilan sampel dilakukan terbuka, terdokumentasi, dan hasilnya berbasis sains. Jika masih ada keraguan, kami siap mendampingi agar masyarakat benar-benar merasa yakin bahwa pemulihan dilakukan secara bertanggung jawab.”

Selain mekanisme kompensasi dan pengujian sains, PT Vale juga melanjutkan upaya pembersihan sisa minyak di pinggiran sungai dan monitoring berkelanjutan bersama pemerintah dan masyarakat. Insiden ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi demi keberlanjutan ekosistem Towuti.