Dimulainya First Cut Bahodopi Block 1, PT Vale Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

oleh -405 Dilihat

Morowali, Berikabar.co — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan nikel yang berprinsip keberlanjutan. Perusahaan ini menyatakan dukungan penuh terhadap agenda pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita. Fokusnya adalah pada keberlanjutan, transisi energi hijau, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Dalam pertemuan strategis bersama pemangku kepentingan utama di Sulawesi Tengah, Morowali, dan Luwu Timur, PT Vale menghadirkan para pimpinan perusahaan dan pemerintah daerah. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah pemulihan, pembangunan, dan pemberdayaan berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PT Vale kini menggarap Bahodopi Block 1. Langkah ini mempertegas posisi perusahaan dalam mendukung ekspansi produksi nikel nasional untuk memenuhi permintaan global, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Untuk proyek ini, PT Vale menggandeng mitra strategis, PT Antareja Mahada Makmur (AMM), yang akan bertanggung jawab dalam aktivitas pengupasan, penambangan, pengangkutan bijih, serta pengembangan infrastruktur pendukung di Bahodopi Block 1.

Acara Ceremony First Cut yang berlangsung di Pit Myara pada Senin (8/9/2025) menjadi momentum penting dimulainya tahapan operasional Bahodopi Block 1. Acara ini disaksikan oleh para pemangku kepentingan utama dari Sulawesi Tengah, Morowali, dan Luwu Timur, serta Komisaris Utama PT Vale Indonesia, F.S. Multhazar, dan Direktur serta Chief of Project PT Vale Indonesia, Muhammad Asril.

Proyek ini dinilai strategis dan akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Selain meningkatkan pendapatan negara, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Meskipun masih dalam tahap awal, Bahodopi Block 1 telah memberikan manfaat nyata bagi daerah. Hingga saat ini, proyek tersebut telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal yang menempati posisi strategis. Dari total 503 orang yang terlibat, 63% di antaranya adalah masyarakat lokal dari Morowali dan Luwu Timur, yang memiliki tugas penting untuk kelancaran proyek.

Saat ini, sejumlah fasilitas pendukung penambangan di Bahodopi Block 1 sedang dalam tahap konstruksi, termasuk area pembuangan (disposal), kolam pengendapan (settling pond), area penyimpanan (stockpile), perkemahan (camp), bengkel (workshop), jalan angkut (Mining Hauling Road/MHR), dan jalur listrik (Power Line). Semua fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional di masa mendatang.

Selain itu, PT Vale bersama mitra strategisnya, PT AMM, juga telah menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dilakukan dengan BUMDes Morowali untuk suplai tenaga kerja, penyewaan kendaraan, bantuan hewan kurban, hingga sponsor acara. Di Morowali, terdapat kerja sama dengan pengusaha lokal untuk suplai tenaga kerja, penyediaan rental kendaraan, dan sponsor acara di tingkat desa hingga kecamatan. Ke depan, PT AMM juga akan meluncurkan program beasiswa untuk mencetak tenaga kerja kompeten di bidang operator dan mekanik dari lulusan SMK.

BACA JUGA :  Modernisasi Pertanian Sultra, Gubernur ASR Datangkan Ratusan Traktor dan Perluas Cetak Sawah

Dari perspektif keberlanjutan, Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Komitmen PT Vale yang telah berjalan 57 tahun di Blok Sorowako akan diterapkan dalam setiap aktivitas pertambangan di Blok Bahodopi.

“Saat ini kita berada di Blok Bahodopi 1 yang merupakan bagian dari rencana strategis untuk mendukung hilirisasi nikel. Blok Bahodopi 1 ini insya Allah bisa memberikan nilai tambah dan tentunya praktik tambang yang baik kami lakukan di Sorowako bisa kami terapkan di sini,” sambung Budiawansyah.

Di tengah upaya kontribusi terhadap industri nikel, aspek lingkungan dan sosial kadang terabaikan. Konsistensi PT Vale terhadap nilai keberlanjutan diharapkan dapat membawa optimisme bagi daerah. Ini tidak hanya memastikan lingkungan terjaga, tetapi juga mengoptimalkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menilai strategi hilirisasi melalui pengangkutan bijih nikel dari Morowali yang akan diolah di Sorowako, Luwu Timur, akan sangat menguntungkan bagi daerah. Hal ini tidak hanya berlaku untuk bijih dari Bahodopi Block 1, tetapi juga dari Blok 2 dan 3.

Saat operasional, sekitar 55 juta metrik ton bijih nikel dari Bahodopi Block 1 akan ditambang, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah. “Ini harapan baru bagi kita, Sulawesi Tengah dan Morowali melalui bagi hasil dari nikel matte. Pak Kapolres, Pak Dandim, kita jaga baik-baik betul ini karena PT Vale adalah harapan masa depan kita, pasti akan bertambah pendapatan kita baik bagi hasil Morowali maupun Sulawesi Tengah,” kata Gubernur.

Gubernur juga menambahkan, “Kemarin dengan Pak Budi saya bilang, Pak Budi tidak usah bangun pabrik di Morowali, lebih baik bawa semua ore ke Sorowako lebih banyak kita dapat Pak Bupati daripada bangun pabrik di Morowali,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Inklusi Tanpa Batas: OJK Perkuat Peran Disabilitas di Era Digital

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kesra, Abdul Malik, menyampaikan apresiasi atas peran PT Vale, khususnya dalam inisiatif sosial. “Kegiatan PT Vale di Morowali sering kami dampingi, di bidang kesehatan dan pendidikan. Keberadaan PT Vale sangat membantu Pemerintah Daerah, secara bersama-sama melakukan pembinaan di desa-desa serta pembenahan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST, IPM, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan. Pengembangan Bahodopi Block 1 akan membawa banyak manfaat, terutama bagi peningkatan pendapatan daerah melalui pembayaran pajak dan royalti, tidak hanya bagi Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi juga Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kenapa kami mendorong PT Vale? Karena sudah 57 tahun bermitra dengan kami di Luwu Timur dan selama bermitra dengan Pemerintah dan Masyarakat di Luwu Timur, luar biasa kontribusi PT Vale apalagi menerapkan sistem pertambangan hijau. PT Vale dalam melakasanakan kegiatan sangat luar biasa, maka kami berterima kasih dengan kehadiran PT Vale. Jadi kami mendapatkan lingkungan yang hijau, dan kami juga memperoleh pendapatan dari situ,” ungkap Bupati.

 

Gubernur Minta Perusahaan Tambang Contoh Komitmen Keberlanjutan PT Vale

 

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memberikan apresiasi atas konsistensi PT Vale dalam menjalankan operasional tanpa mengesampingkan aspek lingkungan dan sosial. Ia menilai, komitmen ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lain.

Di tengah masifnya ekspansi perusahaan tambang di Kabupaten Morowali, komitmen terhadap aspek sosial dan lingkungan sering kali teruji dan diabaikan. Kehadiran PT Vale dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab membawa angin segar.

“Saya berterima kasih kepada PT Vale yang konsisten menjaga lingkungan, mudah-mudahan PT AMM, di bawah supervisi PT Vale akan menerapkan pertambangan yang baik dan benar sehingga akan menjadi contoh,” ungkap Anwar Hafid.

Gubernur juga menekankan pentingnya mengaktualisasi program pemberdayaan masyarakat. Ia mengajak perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bupati, Camat, hingga Kepala Desa, untuk bersama-sama mengawal komitmen perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

“Harapan saya kepada pengusaha, di bawah kepemimpinan saya, Bupati, Camat, dan Kepala Desa menjaga ini dengan sebaik-baiknya, terutama pemberdayaan masyarakat lokal tolong diperhatikan betul,” ujarnya.