Indosat Ooredoo Hutchison Perluas Dampak CSR, Dorong Inklusi Digital hingga Pelosok Negeri

oleh -557 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan transformasi sosial yang berkelanjutan melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan fokus pada empat pilar utama—pendidikan digital, filantropi, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan—Indosat menghadirkan solusi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang belum merata akses teknologinya.

Menurut Swandi Tjia, EVP Head of Circle Kalisumapa IOH, setiap program CSR yang dijalankan dirancang berdasarkan kebutuhan lokal, termasuk peningkatan keterampilan teknis masyarakat di daerah-daerah yang belum sepenuhnya tersentuh oleh teknologi digital.

Salah satu program andalan adalah IDCamp, yang hingga kini telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 270.000 peserta di seluruh Indonesia. Program ini fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan otomasi, sekaligus memberikan sertifikasi global yang memperkuat daya saing peserta di industri teknologi masa depan.

Sementara itu, untuk menjembatani kesenjangan literasi digital, Indosat menghadirkan program Generasi Terkoneksi (GenSi) yang sejak 2024 telah menyentuh Minahasa Utara dan Sorong, serta diperluas ke Maumere, Nusa Tenggara Timur pada 2025. GenSi menargetkan generasi muda sebagai agen perubahan, khususnya di daerah yang memiliki potensi besar namun masih terbatas dalam hal akses teknologi.

Tak hanya itu, Indosat juga mendorong kesetaraan gender melalui program SheHacks yang menyasar pemberdayaan perempuan di era digital. Dengan dua inisiatif utama, yakni SheHacks Champion dan SheHacks Innovate, program ini telah menjangkau lebih dari 34.000 perempuan dari berbagai wilayah seperti Bandung, Aceh, Banjarmasin, Ambon, Nias, Banyuwangi, dan Pamekasan. Program ini menyasar pelaku UMKM perempuan untuk mempercepat adopsi teknologi di sektor usaha mikro.

Di sisi lingkungan, Indosat juga menunjukkan kepeduliannya melalui program Jagaraya yang mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kualitas air secara digital di Ambon. Teknologi ini diterapkan pada tambak silvofishery, yaitu integrasi budidaya perikanan dengan upaya rehabilitasi ekosistem, guna mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenag Sultra Buka Dialog Kebangsaan Sumpah Pemuda ke-97, Tekankan Semangat Persatuan Jawab Tantangan Digitalisasi

Meski menghadapi tantangan geografis seperti wilayah kepulauan dan daerah pegunungan yang minim infrastruktur, Indosat tetap berupaya memberikan dampak nyata dengan melibatkan komunitas lokal, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan setiap inisiatif yang dijalankan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan program-program ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Fokus kami adalah memperluas jangkauan ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar, namun masih memiliki keterbatasan akses teknologi,” ungkap Swandi Tjia.

Ke depan, Indosat akan terus memperluas cakupan program CSR-nya, menjadikan lebih banyak masyarakat Indonesia sebagai bagian dari transformasi digital nasional.