PT Vale Bersama Menteri LHK Bersihkan Bawakaraeng dan Latih Warga Daur Ulang Sampah

oleh -370 Dilihat

Makassar, Berikabar.co — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), yang merupakan bagian dari MIND ID, kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Dengan prinsip 3P (People, Planet, Profit), PT Vale berkontribusi nyata terhadap visi Asta Cita, terutama dalam upaya menjaga kelestarian alam, memperkuat kemandirian ekonomi, dan membangun keadilan sosial.

Bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Vale ambil bagian dalam gerakan nasional bertema “Akhiri Sampah Plastik”, salah satunya melalui kegiatan pembersihan sampah di Gunung Bawakaraeng dan penyuluhan pengelolaan limbah plastik kepada masyarakat.

Kegiatan dimulai pada Sabtu, 31 Mei 2025, saat Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq bersama tim pendaki dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tujuh perwakilan dari PT Vale, mendaki Gunung Bawakaraeng melalui jalur Lembanna, Kabupaten Gowa. Dalam perjalanan menuju puncak, para peserta melakukan aksi pungut sampah dan berhasil mengumpulkan sekitar 15 kantong sampah non-organik dari sepanjang jalur pendakian.

“Kita menikmati keindahan alam Allah SWT di Sulawesi Selatan, kemudian kami bersama teman-teman pecinta alam dengan berbagai macam latar belakang menuju ke puncak Bawakaraeng sambil di jalan ada kegiatan bersih-bersih dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan tema End Plastic Pollution,” ujar Menteri Hanif Faisol.

Keterlibatan PT Vale bukan sekadar simbolik, melainkan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam konservasi lingkungan. Umar Kasmon, Senior Manager Strategic Environmental and Reclamation PT Vale, menegaskan:

“PT Vale ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini, karena merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap konservasi lingkungan, untuk keberlanjutan.”

Komitmen ini diwujudkan antara lain melalui program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Gunung Bawakaraeng yang mencapai lebih dari 160 hektare, bahkan di luar wilayah izin usaha perusahaan. Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap: Blok Bulutana ditanami lebih dari 87.000 pohon seperti Eucalyptus, Suren, Mahoni, dan tanaman buah; sementara Blok Pattapang ditanami sekitar 31.600 pohon produktif.

BACA JUGA :  Kedepankan Protkes, Dispar Sultra Ajak Puluhan Jurnalis Promosikan Destinasi Wisata

“Rehabilitasi DAS ini tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lewat pemanfaatan jenis tanaman produktif seperti alpukat dan rambutan,” tambah Umar.

Sebagai bagian dari upaya menangani pencemaran plastik, PT Vale juga mengadakan pelatihan daur ulang limbah plastik di Nursery Wooden House, Sorowako, pada 28 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari ibu rumah tangga serta pengelola bank sampah binaan, bekerja sama dengan Rappo.id, sebuah startup sosial yang berfokus pada pengelolaan limbah.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara mengolah sampah plastik menjadi barang fungsional seperti dompet dan pouch, yang dapat memiliki nilai jual.

“Kemampuan daur ulang limbah kantong sampah plastik ini kita tanamkan kepada para ibu-ibu rumah tangga dan perwakilan bank sampah, agar mereka bisa menciptakan produk menarik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat digunakan sehari-hari. Ini sekaligus untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025,” tutup Umar.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PT Vale memperlihatkan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi merupakan bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan, mendukung transisi ekonomi hijau, serta menjadi mitra aktif dalam agenda pembangunan nasional.

Dengan semangat berkelanjutan, PT Vale terus menegaskan dirinya bukan hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi sebagai pelindung alam dan pembangun masa depan.