PLTMG Luwuk Dongkrak Ekonomi Banggai, PAD Tembus Rp2 Triliun

oleh -529 Dilihat

Luwuk Berikabar.co — Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk 40 MW serta sistem transmisi 150 kV oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah telah membawa dampak nyata terhadap perekonomian Kabupaten Banggai.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bupati Banggai pada Rabu (18/6), Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, MM., menyampaikan bahwa keberadaan infrastruktur kelistrikan ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pendapatan asli daerah.

“Saya mengapresiasi PLN yang telah membangun PLTMG 40 MW dan sistem 150 kV pertama di Banggai. Berkat pengoperasian ini, pendapatan daerah melonjak signifikan. Per Mei 2025, realisasinya telah mencapai Rp700 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, target pendapatan daerah tahun 2024 sebesar Rp2 triliun telah tercapai, mengalami kenaikan pesat dari hanya Rp800 miliar pada 2023. Menurutnya, sistem kelistrikan yang andal menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan menarik minat investor.

“Dengan pengoperasian PLTMG ini, cadangan daya naik dari 30 MW menjadi 70 MW, sementara beban puncak baru mencapai 30 MW. Artinya, masih ada kapasitas cukup besar bagi para investor yang ingin masuk ke Kabupaten Banggai,” tegas Amirudin.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi permintaan energi yang lebih besar seiring masuknya investasi, terutama melalui optimalisasi potensi energi gas lokal yang masih melimpah.

“Jika diperlukan tambahan daya besar, saya siap minta PLN untuk menambah kapasitas, karena ini bagian dari visi ketahanan energi nasional yang mengutamakan pemanfaatan energi lokal,” tambahnya.

Di sisi lain, General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan komitmen PLN untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang handal, efisien, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Kadin dan Bulog Sultra Gagas Ekosistem Rumah Pangan Kita di Tingkat Kecamatan

“PLN akan terus mendukung langkah pemerintah, termasuk mendukung ketahanan energi dengan membangun pembangkit berbasis potensi daerah. Di Banggai, potensi gas melimpah, dan itu yang kami manfaatkan untuk membangun PLTMG Luwuk sebagai pengganti pembangkit diesel yang sebelumnya digunakan,” ungkap Wisnu.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek perluasan sistem kelistrikan 150 kV akan terus dilanjutkan. PLN merencanakan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Luwuk dengan GI Bunta, GI Ampana, dan GI Poso, sebagai bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“Jika Kabupaten Banggai sudah terhubung ke sistem Sulbagsel, maka energi bersih dari PLTA Poso bisa disalurkan ke wilayah ini. Cadangan daya di sistem tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku industri. Namun, jika percepatan ekonomi di Banggai menuntut penambahan kapasitas lokal, PLN siap mengkaji opsi peningkatan daya PLTMG Luwuk,” tutup Wisnu.