Sultra Siap Jadi Pelopor Koperasi Desa Nasional Bersama Pemerintah Pusat

oleh -542 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan sinergi kuat dalam mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Program ini merupakan strategi nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan ketahanan pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Yandri Susanto dan Wakil Menteri Riza Patria ke Kota Kendari pada Minggu (25/5/2025) menjadi momentum penting dalam mendorong realisasi program ini. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), yang menyampaikan apresiasi atas perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan desa.

“Meskipun hari Minggu, kami menyambut kedatangan beliau sebagai hari kerja karena ini momen penting bagi kemajuan desa dan kelurahan di Sultra. Kami sangat menghargai dukungan langsung dari Bapak Menteri dan Wakil Menteri,” ujar Gubernur ASR.

Menteri Yandri menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan kebijakan strategis yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

“Ini bukan sekadar program, melainkan langkah historis dalam membangun fondasi ekonomi rakyat dari desa,” ungkap Yandri.

Gubernur ASR menambahkan bahwa koperasi merupakan pengejawantahan Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Ia optimistis, jika koperasi dikelola dengan baik, desa dapat menjadi tempat tinggal yang sejahtera dan menjanjikan.

“Jika koperasi berjalan optimal, desa bukan lagi tempat yang ingin ditinggalkan, tetapi menjadi pilihan hidup masa depan,” ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan global seperti perlambatan ekonomi, perubahan iklim, dan fluktuasi harga komoditas yang memengaruhi sektor pertanian dan UMKM, Sultra mendukung penuh pendirian koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur ASR menjanjikan insentif berupa satu unit sepeda motor untuk setiap desa yang berhasil membentuk koperasi sesuai target.

BACA JUGA :  IM3 SATSPAM: Pelindung Digital Otomatis bagi Masyarakat di Era Spam & Scam

“Ini bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi terhadap desa-desa yang serius mengakselerasi pembentukan Koperasi Merah Putih,” tegasnya.

Gubernur ASR juga menegaskan kesiapan Pemprov Sultra mendukung berbagai program Kemendesa seperti Desa Ekspor, Desa Tematik, dan Desa Sejahtera, khususnya di wilayah tambang. Ia berharap masyarakat desa dapat memperoleh manfaat langsung dari kegiatan industri melalui penguatan usaha produktif berbasis koperasi.

Program percepatan Koperasi Merah Putih ditargetkan menjangkau 1.908 desa dan 377 kelurahan yang tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sultra. Setiap desa/kelurahan diwajibkan menyelenggarakan musyawarah desa khusus (musdesus) atau musyawarah kelurahan khusus (muskelsus) paling lambat 31 Mei 2025, dengan target penerbitan akta notaris koperasi rampung pada 30 Juni 2025. Peluncuran nasional program ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2025.

Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai pusat layanan terpadu masyarakat desa, mencakup distribusi sembako murah, layanan simpan pinjam, fasilitas kesehatan (klinik desa), penyimpanan hasil panen (cold storage), hingga sistem logistik desa yang menopang ketahanan pangan lokal. Program ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk membangun ekonomi rakyat dari akar rumput.

Meski menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, Gubernur ASR meyakini bahwa dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas pemerintahan, pembangunan desa di Sultra dapat berjalan merata.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, saya yakin semua tantangan bisa kita hadapi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sultra,” pungkasnya.