Sultra Maimo 2025 Hadirkan Cooking Competition, Angkat Kuliner Berbahan Lokal Non-Beras

oleh -290 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Dalam rangkaian acara Sultra Maimo 2025, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menggelar Cooking Competition sebagai salah satu kegiatan menarik yang mengusung semangat inovasi kuliner lokal. Lomba ini terbagi ke dalam dua kategori peserta, yakni kategori pondok pesantren dan kategori mahasiswa atau pelajar, dengan tujuan mempromosikan pangan alternatif pengganti beras seperti singkong, jagung, sagu, dan umbi-umbian lainnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2025 di The Park Kendari, mengusung tema “Majukan UMKM, Cintai Rupiah, Mendorong Digitalisasi.” Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal dan edukasi keuangan, tetapi juga wadah eksplorasi kreativitas generasi muda dan komunitas pesantren dalam menghadirkan menu sehat berbasis bahan baku lokal.

Untuk kategori pondok pesantren, peserta harus berdomisili di Sultra, dibuktikan dengan KTP atau surat keterangan domisili dari pihak berwenang. Peserta dapat berasal dari kalangan santri tingkat SMA atau sederajat, guru, pembina, maupun pengurus pesantren. Sementara itu, kategori pelajar/mahasiswa terbuka bagi siswa dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, seperti universitas, politeknik, atau sekolah menengah atas.

Setiap peserta wajib memasak satu porsi makanan dengan bahan utama non-beras. Tidak hanya sekadar memasak, peserta juga diminta melampirkan resep masakan dalam format ketikan (tidak ditulis tangan), serta menyertakan video berdurasi maksimal 4 menit yang memperagakan tata cara memasak.

Video tersebut harus dikemas dalam format MP4 landscape, dengan resolusi minimum 720p dan ukuran file maksimum 1 GB. Peserta juga diwajibkan memberikan narasi monolog yang menjelaskan langkah-langkah memasak, baik secara langsung maupun melalui voice-over.

Selain menunjukkan kreativitas dan inovasi, setiap bahan yang digunakan dalam lomba ini wajib bersertifikat halal, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri halal di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  ASR Gelar Dialog dengan Milenial dan Gen Z di Kolaka, Janjikan Perluasan Program Beasiswa

Lomba memasak ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi panggung edukatif yang memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, pesantren, dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis potensi daerah.