Kendari, Berikabar.co – Setelah resmi berubah nama menjadi Genius (Generasi Literasi Keuangan Indonesia), komunitas literasi keuangan binaan OJK Sulawesi Tenggara tak berhenti melakukan terobosan. Kini, OJK tengah mempersiapkan langkah lanjutan, salah satunya adalah mendorong program kaderisasi dan akses beasiswa bagi anggota komunitas.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa komunitas ini tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga ingin menjadi wadah pengembangan diri bagi anggotanya, termasuk dalam bidang akademik dan profesional.
“Saat ini sudah ada alumni komunitas ini yang berhasil mendapatkan beasiswa melalui skema kerja sama dengan OJK dan mitra luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan sudah menempuh studi ke Singapura dan Malaysia. Namun tentu saja, ini tergantung pada kemampuan dan kemauan masing-masing individu,” ujar Bismi.
Langkah kaderisasi ini diharapkan dapat membantu anggota Genius memperoleh peluang pendidikan lanjutan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, OJK juga berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka akses pelatihan dan beasiswa yang lebih luas.
Dalam proses perekrutan, komunitas Genius mengedepankan komitmen dan semangat aktif dari calon anggotanya. Proses seleksi dilakukan secara terbuka melalui media sosial dan grup komunikasi daring seperti WhatsApp. Evaluasi terhadap anggota juga dilakukan rutin setiap enam bulan atau setahun untuk memastikan kualitas dan keterlibatan mereka.
“Banyak yang mendaftar tapi tidak serius. Mereka hanya datang sekali lalu menghilang. Oleh karena itu, kami tekankan pentingnya evaluasi agar komunitas ini tetap solid dan benar-benar menjadi tim duta literasi,” tegasnya.
Fokus jangka panjang komunitas Genius adalah menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan anggota yang aktif menyampaikan kebutuhan informasi masyarakat kepada OJK dan mendorong inklusi keuangan secara menyeluruh.
Ke depan, Bismi berharap Genius dapat terus tumbuh menjadi komunitas yang bukan hanya menyebarkan literasi keuangan, tetapi juga mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing di sektor jasa keuangan.





