Kendari, Berikabar.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi ibu rumah tangga sebagai landasan utama dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran sentral dalam pengelolaan keuangan rumah tangga sehari-hari.
“Peran ibu rumah tangga dalam keluarga sangat vital, karena mereka sering menjadi ‘menteri keuangan’ yang mengatur pengeluaran dan pengelolaan keuangan sehari-hari,” ujar Bismi.
Edukasi keuangan yang diberikan kepada ibu rumah tangga mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan produk dan jasa keuangan yang aman, pengelolaan anggaran, hingga pentingnya menabung dan berinvestasi secara sehat. Langkah ini bertujuan agar ibu rumah tangga mampu mengatur keuangan keluarga secara bijak dan terhindar dari risiko keuangan.
“Edukasi yang kami lakukan menitikberatkan peningkatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga agar mereka mampu mengelola keuangan keluarga dengan bijak dan menghindari risiko, seperti terjebak investasi ilegal atau judi online,” lanjut Bismi.
Program literasi ini dijalankan sejalan dengan berbagai kebijakan nasional dan daerah, termasuk program Asta Cita dari pemerintah pusat serta inisiatif pemberdayaan perempuan dari pemerintah daerah. OJK menjadikan ibu rumah tangga sebagai fokus utama edukasi karena peran strategis mereka dalam membentuk kestabilan finansial di lingkungan keluarga.
Upaya pemberdayaan ini turut didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan melalui pelatihan ekonomi dan akses pembiayaan yang ditujukan khusus bagi ibu rumah tangga. Dukungan tersebut bertujuan memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dengan ibu rumah tangga yang cerdas secara finansial, keluarga menjadi lebih stabil secara ekonomi, dan dampaknya akan dirasakan luas oleh masyarakat,” tutup Bismi.
Peningkatan literasi keuangan ibu rumah tangga diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang tangguh secara finansial serta terhindar dari praktik-praktik negatif seperti judi daring.





