Jakarta, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) dan entitas anaknya (secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”) mengumumkan capaian kinerja yang telah diaudit untuk tahun 2024.
Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan mengatakan bahwa tahun 2024 juga menjadi momentum penting bagi pengembangan proyek-proyek strategis seperti Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonit. Secara kolektif, proyek-proyek ini telah mencapai 13,3 juta jam kerja tanpa kematian atau cedera serius.
Proyek pengembangan tambang Morowali berada di jalur yang tepat untuk mencapai 70% dari target tahunannya dan ditetapkan untuk selesai tepat waktu pada triwulan ketiga tahun 2025 dengan belanja modal yang lebih efisien. Sementara itu, proyek HPAL Sambalagi, yang ditandatangani dengan GEM Co., Ltd. pada 10 November 2024, merupakan langkah besar menuju fasilitas yang dirancang untuk mencapai emisi nol bersih sejak hari pertama, dengan investasi sebesar AS$1,4 miliar.
Proyek pengembangan tambang Pomalaa sedang dalam proses penyelesaian pada triwulan kedua tahun 2026. Sementara itu, kolaborasi kami dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan Ford Motor Co. pada proyek HPAL Pomalaa terus mengalami kemajuan yang pesat. Inisiatif ini akan semakin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasokan baterai kendaraan listrik global.
Izin lingkungan untuk proyek pengembangan tambang bijih limonit Sorowako telah diberikan pada akhir tahun 2024. Izin tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk terus maju dengan rencana perluasan proyek pada tahun 2025.
Pada akhir tahun 2024, Perseroan berhasil mencapai dua tonggak sejarah penting. Pertama, disetujuinya revisi Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) 2024 yang memungkinkan PT Vale untuk mulai menjual bijih nikel—sebuah langkah penting dalam memajukan strategi penjualan bijih kami. Untuk memaksimalkan potensi ini sepenuhnya pada tahun 2025, PT Vale perlu mengajukan revisi RKAB 2025. Tonggak kedua adalah peningkatan peringkat kredit kami menjadi BB+ dari S&P Global, yang mencerminkan posisi keuangan kami yang kuat dan meningkatkan kemampuan kami untuk mendapatkan suku bunga yang lebih menguntungkan atas pembayaran utang.
Seiring dengan prioritas keberlanjutan yang terus kami kedepankan, kami menyadari bahwa pertumbuhan harus sejalan dengan perkembangan masyarakat di sekitar operasi kami. Itulah sebabnya kami berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi karyawan dan kontraktor lokal sambil secara aktif berinvestasi dalam pendidikan, infrastruktur, program budaya, dan kesejahteraan masyarakat untuk memastikan dampak positif jangka panjang.
Pada 24 Februari 2025, PT Vale mencapai tonggak sejarah dengan menerima PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), yang merupakan pengakuan atas komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan terhadap peraturan. PT Vale merupakan satu-satunya perusahaan tambang nikel yang menerima penghargaan bergengsi ini dan satu dari hanya 85 perusahaan—mewakili 2% dari semua peserta penilaian PROPER—yang memperoleh peringkat Emas. Selain itu, CEO kami, Febriany Eddy, mendapatkan penghargaan Green Leadership Madya Award, yang semakin memperkuat dedikasi PT Vale terhadap keberlanjutan melalui kepemimpinan yang kuat.
“Pada tahun 2025, kami juga akan mengejar IRMA50, salah satu standar tertinggi untuk penambangan yang bertanggung jawab. Langkah-langkah ini akan semakin memantapkan posisi PT Vale sebagai pemimpin dalam operasi penambangan yang bertanggung jawab di panggung global. Khususnya, operasi Sorowako harus menjadi yang paling efisien, produktif, dan berkelanjutan. Prinsip ‘menghasilkan lebih banyak dengan lebih sedikit” harus menjadi inti dari kegiatan bisnis kami di masa mendatang’,” katanya.
Pihaknya mengimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Grup Perseroan. Pencapaian operasional dan hasil keuangan yang diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya – semua angka dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan pengirimannya yang dinyatakan dalam metrik ton.





