Penelitian Tentang Kesesuaian Pemeriksaan Spirometri dan Foto Thorax pada PPOK di RSUD Kota Kendari

oleh -784 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran UHO, Mutiara Aurel Indziyan, dr Yusuf Musafir Kolewora dan dr. Waode Zerbarani melakukan penelitian terhadap Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, terutama di wilayah dengan paparan asap rokok.

Menurutnya, diagnosis PPOK seringkali memerlukan kombinasi pemeriksaan spirometri dan foto thorsax untuk mendeteksi perubahan fungsi dan struktur paru-paru.

Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-
sectional, mengumpulkan data rekam medik pasien PPOK di RSUD Kota Kendari selama
periode Januari hingga Oktober 2024. Dikatakannya sebanyak 58 sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui kesesuaian hasil spirometri dan foto thorax.

Dijelaskannya bahwa hasil analisis menunjukkan kesesuaian signifikan antara pemeriksaan spirometri dan foto thorax dengan nilai p-value 0,00 < 0,05. Pemeriksaan spirometri pada pasien PPOK di RSUD Kota Kendari menunjukkan derajat obstruksi sedang (37,9%) dan berat (36,2%), sementara pemeriksaan foto thorax paling sering menunjukkan gambaran bronkitis (56,9%),
diikuti lesi lainnya (22,4%) dan emfisema (12,1%). Sebanyak 40 pasien (68,9%) dengan
pemeriksaan spirometri yang obstruksi menunjukkan gambaran emfisema dan bronkitis pada hasil foto thorax.

“Penelitian ini menunjukkan adanya kesesuaian antara pemeriksaan spirometri
berdasarkan derajat obstruksi terhadap gambaran foto thorax pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari,” katanya.

Ia pun memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian yang dilakukan antara lain,

1. Hasil pemeriksaan spirometri pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Kronis (PPOK) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari menunjukkan derajat obstruksi sedang (37,9%) dan berat (36,2%).
2. Hasil pemeriksaan foto thorax pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Kronis (PPOK) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari menunjukkan gambaran bronkitis merupakan temuan radiologis terbanyak (56,9%), diikuti lesi lainnya (22,4%) dan emfisema (12,1%).
3. Penelitian menunjukkan kesesuaian dengan nilai signifikan (p = 0,000) yang menunjukkan adanya kesesuaian bermakna antara pemeriksaan spirometri berdasarkan derajat obstruksi terhadap gambaran foto thorax pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Kendari.

BACA JUGA :  Dominasi Kelas Compact Entry, Toyota Agya Rebut 30 Persen Pangsa Pasar di Kuartal I 2026

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti ingin memberikan saran kepada
beberapa pihak yang terkat :
1. Bagi Instansi
Rumah sakit diharapkan untuk meningkatkan kualitas pencatatan
rekam medis melalui penerapan sistem elektronik yang terintegrasi. Selain
itu, perlu dilakukan pelatihan rutin bagi operator spirometri dan teknisi
radiologi untuk memastikan pelaksanaan pemeriksaan sesuai standar.
Fasilitas radiologi juga perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan foto thorax yang memenuhi kriteria kualitas.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti berikutnya diharapkan menggunakan data primer dengan
melakukan pengamatan langsung untuk memastikan validitas data yang dikumpulkan. Penelitian juga sebaiknya dilakukan di beberapa rumah sakit
dengan jumlah sampel yang lebih besar guna meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, perlu dilakukan kontrol ketat terhadap kualitas foto thorax agar sesuai dengan standar pemeriksaan radiologi.