OJK Sultra Sebut Kinerja Perbankan Alami Kontraksi, Asset dan DPK Sebesar -4,57 Persen dan -9,35 Persen

oleh -328 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) memaparkan bahwa akhir tahun 2024 Kinerja Perbankan Sultra alami kontraksi secara year on year untuk Asset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar -4,57% dan -9,35%. Demikian dipaparkan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, kepada sejumlah media di Kota Kendari, Rabu (11/12/2024). 

Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena terdapat penarikan yang cukup besar oleh masyarakat pada periode kampanye pemilu. “Karena kita tahu bersama bahwa pilkada serentak yang baru saja terjadi pada November, sehingga banyak penarikan tunai yang dilakukan,” katanya.

Lanjutnya, hingga Oktober 2024, penghimpunan DPK tercatatbsebesar Rp32,32 Triliun atau terkontraksi yoy -9,35%. “DPK masih didominasi oleh Tabungan sebesar Rp20,35 Triliun (62,95%), Giro sebesar Rp6,98 Triliun (21,60%), dan Depositosebesar Rp4,99 Triliun (15,44%),” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa Sultra mencatat perkembangan DPK yang signifikan, dengan kontribusi yang bervariasi di setiap wilayah.

“Kota Kendari tetap menjadi pusat ekonomi dan keuangan utama di provinsi ini, dengan total DPK sebesar Rp19,43 Triliun, atau 60,53%, Bau-Bau mencatatkan DPK sebesar Rp3,86 Triliun, menyumbang 12,05% terhadap total DPK, sementara Kolaka berada di posisi yang hampir setara, dengan total DPK Rp3,83 Triliun dan kontribusi 11,95%,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah Muna memiliki DPK sebesar Rp1,65 Triliun, dengan kontribusi sebesar 5,15% terhadap total DPK provinsi. “Adapun Wakatobi, sebagai salah satu daerah dengan potensi pariwisata yang besar, mencatatkan DPK sebesar Rp607 Miliar, atau 1,89% dari total DPK,” tutupnya.

BACA JUGA :  Toyota All-New Agya dan All-New Agya GR Sport Mengaspal di Sultra