Kendari, Berikabar.co – Polda Sulawesi Tenggara menjadi salah satu lokasi penelitian terkait penguatan peran Polri dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Penelitian bertajuk “Peran Polri dalam Mewujudkan Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi, Teknologi, dan Kemitraan Masyarakat” tersebut diikuti Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra di Aula RTMC Ditlantas Polda Sultra, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian dari upaya Litbang Polri mengkaji strategi dan pelaksanaan tugas kepolisian di bidang lalu lintas, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi serta dinamika kebutuhan masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, KBP Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat terkait. Di antaranya Dir Samapta Polda Sultra KBP Debby Asri Nugroho, S.I.K., S.H., Dir Binmas Polda Sultra KBP Suharman Sanusi, S.I.K., Wadir Lantas AKBP Arief Irawan, S.H., S.I.K., M.H., Kabagbinopsnal Ditlantas AKBP Faisal, S.Sos., Kasubdit Kamsel AKBP Arie Sumarnie, serta Kasubdit Gakkum Kompol Martinus Griavinto, S.I.K., M.M.
Dalam penelitian tersebut, sejumlah aspek strategis dibahas, mulai dari penguatan edukasi keselamatan berlalu lintas, pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, hingga peningkatan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendorong pelayanan lalu lintas yang semakin efektif dan responsif, sekaligus berorientasi pada keselamatan seluruh pengguna jalan.
Ditlantas Polda Sultra juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Edukasi, dukungan teknologi, serta keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan karakteristik mobilitas masyarakat. Integrasi teknologi dengan edukasi dan kemitraan diharapkan dapat membantu kepolisian meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Bagi Polda Sultra, penelitian tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan strategi pelaksanaan tugas kepolisian agar tetap relevan dengan dinamika lalu lintas di Sulawesi Tenggara.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan kebijakan dan strategi Kamseltibcarlantas yang semakin adaptif, dengan menggabungkan pendekatan edukasi, pemanfaatan teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui penguatan tiga aspek tersebut, Polri diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan lalu lintas yang tidak hanya efektif dalam menjaga ketertiban, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.





