Kendari, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengoptimalkan penyaluran dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyusul dinamika pengisian di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi distribusi dan pelayanan di lapangan, penguatan koordinasi dengan Pemerintah Kota Kendari serta aparat penegak hukum, hingga pengawasan penjualan BBM eceran yang berlangsung sejak September 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, dinamika pengisian Pertalite masih terpantau di sejumlah SPBU, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menjadi perhatian Pertamina untuk mengevaluasi pola penyaluran dan pelayanan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina telah melakukan relaksasi penyaluran Pertalite sejak Senin, 12 Oktober 2026. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Kendari juga diperkuat untuk mengoptimalkan kesiapan pasokan, termasuk melalui pengaturan kegiatan operasional lebih awal.
Dari sisi pelayanan, Pertamina mendorong optimalisasi fasilitas pengisian Pertalite, termasuk penambahan nozzle untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pengaturan kendaraan melalui petugas marshal juga diperkuat untuk menjaga ketertiban pengisian serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan evaluasi dan penyesuaian operasional terus dilakukan untuk merespons perkembangan kebutuhan pengisian BBM di Kendari.
“Kami terus memantau dinamika pengisian Pertalite di SPBU dan melakukan langkah-langkah untuk mengoptimalkan penyaluran serta pelayanan kepada masyarakat. Relaksasi penyaluran, optimalisasi fasilitas pengisian, dan pengaturan kendaraan menjadi bagian dari upaya yang sedang kami jalankan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar penanganan di lapangan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik.
Selain mengoptimalkan pelayanan, Pertamina mengimbau masyarakat yang berhak menggunakan BBM bersubsidi untuk memastikan QR Code yang digunakan sesuai dengan data kendaraan yang terdaftar. Kesesuaian data diperlukan untuk mendukung penyaluran subsidi agar tepat sasaran sekaligus membantu memperlancar transaksi di SPBU. Konsumen juga diharapkan menyiapkan QR Code sebelum melakukan pengisian.
Terkait penertiban penjual BBM eceran dan Pertamini, Pertamina menghormati langkah pengawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari bersama Satpol PP dan aparat terkait. Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya mengendalikan penyaluran BBM bersubsidi dan mencegah praktik pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan. Di sisi lain, evaluasi pelayanan di SPBU tetap dilakukan dengan mempertimbangkan pola permintaan, kelancaran distribusi, dan kondisi pengisian di setiap lokasi.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat bahwa BBM nonsubsidi tersedia di SPBU yang menyalurkannya sebagai alternatif sesuai spesifikasi kendaraan dan kebutuhan penggunaan. Konsumen diimbau memilih produk berdasarkan rekomendasi pabrikan kendaraan serta mematuhi ketentuan penggunaan BBM bersubsidi yang berlaku.
Ke depan, Pertamina akan melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah Kota Kendari dan aparat penegak hukum, serta memantau realisasi penyaluran dan efektivitas pengaturan pelayanan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan layanan dengan dinamika kebutuhan BBM masyarakat di Kota Kendari.
Masyarakat yang membutuhkan informasi produk, ingin menyampaikan pertanyaan, atau mengajukan keluhan terkait pelayanan dan penyaluran BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135.





