Kendari, Berikabar.co – Guna mendukung pertumbuhan ekonomi di sebuah daerah, tentu pemberian bantuan modal kerja bagi masyarakat atau seorang pengusaha menjadi peluang besar untuk terus bertumbuh.
Branch Manager CIMB Niaga Kendari, La Ode M. Zardin menjelaskan bahwa Bank CIMB Niaga sendiri memiliki layanan kredit modal kerja yang terdiri dari dua jenis pinjaman yang dapat digunakan nasabah. “CIMB memiliki kredit modal kerja yang terdiri dari dua jenis pinjaman yakni rekening koran dan angsuran. Pinjaman rekening koran hanya membayar bunga sesuai dengan pemakaian, sedangkan pinjaman angsuran mencakup pokok dan bunga,” katanya.
Pria yang akrab disapa Dadang ini juga mengatakan bahwa plafon kredit bisa mencapai 5 miliar, dengan penggunaan selama 1 hingga 2 tahun. Dijelaskannya untuk rekening koran yang dimaksud yakni nasabah tersebut hanya membayar bunga saja sesuai dengan dana yang terpakai.
“Misalnya dia (nasabah) plafonnya 5 miliar, terus yang dia pakai misalnya dalam 1 bulan itu cuma 1 miliar, jadi nasabah ini hanya membayar bunganya saja dari pinjaman 1 miliar, bukan Bungan 5 miliar, untuk bunga kami saat ini tidak cukup 10 persen untuk satu tahun,” jelasnya.
Menurutnya, kredit modal kerja sangat bermanfaat bagi pengusaha untuk mengembangkan usaha, memperbesar inventaris, dan memanfaatkan momen diskon dari supplier tanpa harus menggunakan dana pribadi. Dengan dukungan dari bank, pengusaha dapat mengambil keuntungan dari penawaran khusus yang tersedia.
“Sangat menjadi support buat nasabah-nasabah karena backup untuk bisa mengembangkan usahanya, kemudian mengembangkan stoknya, kemudian bisa memanfaatkan momen pada saat mungkin dari supplier atau dari pabrik,” tandasnya.
“Jadi pada saat diskon bisa ambil dalam jumlah banyak atau mungkin ada promo atau misalnya ambil cash itu diskonnya berapa dibanding dengan yang ambil kredit pada saat ke pabrik atau ke supplier seperti itu,” sambungnya.
Dadang pun berharap dengan adanya kredit modal kerja tersebut dapat membantu para pengusaha untuk terus mengembangkan bisnisnya. “Mudah-mudahan dengan layanan ini bisa membantu teman-teman untuk tetap eksis mempertahankan bisnis yang sudah dibangun atau mengembangkan bisnis yang akan dibangun,” katanya.
Adi Purwanto, seorang pengusaha lintas kabupaten/kota di Sultra membagikan pengalamannya menggunakan kredit modal kerja jenis rekening koran. Sebagai seorang pengusaha yang bergelut di bidang rental alat berat yang sudah dijalani selama delapan tahun tersedianya modal di rekeninga koran tentu dapat membuka peluang agar usaha yang dijalani bisa terus berjalan.
“Dengan adanya bantuan kredit modal kerja dari CIMB Niaga maka tantang modal secara otomatis sudah teratasi,” ujarnya.
Untuk suku bunganya sendiri, Adi menilai bahwa suku bunga yang ditawarkan dari CIMB Niaga cukup ringan dan prosesnya yang sangat mudah.
“Suku bunganya ringan dan biaya akad perpanjangan dua tahun sekali berbeda dengan bank lain yang setiap tahun ada biaya perpanjangan ,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa setelah mendapatkan kredit modal kerja dari CIMB Niaga usaha yang ia Jalani sangat berkembang. “Usaha saya semakin berkembang karena ada penambahan modal dan lebih leluasa untuk mengambil peluang usaha,” kata Adi.
Adi juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya nasabah CIMB Niaga untuk segera mengambil kesempatan tersebut (kredit modal kerja) agar membantu proses pengembangan usaha.

Sementara itu, Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan bahwa bantuan modal usaha yang diberikan bank-bank kepada pelaku umkm dan pengusaha menjadi salah satu cara untuk memicu pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningakatan.
Dijelaskan Bismi bahwa kebijakan setiap bank yang satu dengan yang lain tentu memiliki perbedaan dalam memenangkan hati nasabah.
“Kebijakan internal setiap bank itu berbeda, termasuk dalam penilaian kredit terhadap debitur. Analisis yang dilakukan oleh Bank A dan Bank B terhadap calon debitur dapat menghasilkan perspektif yang berbeda, tergantung pada kriteria masing-masing bank. Selain itu, mereka mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakter, kapital, kolateral, dan kondisi ekonomi,” jelas Bismi.
Terkait perbedaan dalam proses perpanjangan kredit yang bisa dilakukan setiap tahun atau dua tahun sekali, tergantung penilaian risiko. “Masyarakat sering kali memilih bank berdasarkan kebutuhan mereka akan kecepatan dan kemudahan,” tutup Bismi.
Penulis: Sitti Harlina






