Transaksi QRIS di Sultra Capai Rp617,12 Miliar, Pengguna Tumbuh 29,59 Persen

oleh -97 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas di Sulawesi Tenggara. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna QRIS di daerah tersebut mencapai 373.622 orang hingga Agustus 2026, tumbuh 29,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan peningkatan akseptasi QRIS turut memperkuat perkembangan transaksi non tunai dan menjadikan QRIS sebagai salah satu penggerak pembayaran ritel masyarakat.

Dari sisi merchant, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah mencapai 286.786 merchant yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Jumlah tersebut tumbuh 32,02 persen secara tahunan.

Pertumbuhan jumlah pengguna dan merchant tersebut turut mendorong peningkatan nilai transaksi. Pada Agustus 2026, nominal transaksi QRIS di Sultra tercatat mencapai Rp617,12 miliar dengan volume sebanyak 6,48 juta transaksi.

BI memperkirakan transaksi QRIS akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di Sultra.

Untuk memperluas penggunaan pembayaran non tunai, BI terus memperkuat sinergi bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perbankan, regulator, pelaku usaha, serta berbagai komunitas strategis.

Sejumlah program juga telah diinisiasi, antara lain Pekan QRIS Nasional dan QRIS Jelajah Kuliner Sulawesi Tenggara. Penguatan digitalisasi daerah juga dilakukan bersama pemerintah daerah melalui High Level Meeting, rapat koordinasi, capacity building, asistensi, serta berbagai kegiatan lainnya.

Tidak hanya di tingkat domestik, QRIS juga terus dikembangkan sebagai instrumen pembayaran lintas negara. QRIS Antarnegara meraih penghargaan “50in5 Awards 2026” di New York, Amerika Serikat, yang diberikan kepada Bank Indonesia dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 21 September 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global terhadap upaya Indonesia membangun keterhubungan pembayaran digital lintas negara yang interoperable dan inklusif serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri.

BACA JUGA :  Mahasiswi Apoteker UHO Edukasi Siswa SD 64 Kendari tentang Perilaku Hidup Sehat untuk Cegah Diare

Sejak diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun. Sementara transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.

Di tingkat daerah, TP2DD Provinsi Sulawesi Tenggara juga meraih Juara 3 TP2DD Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi dalam Rakornas TPID dan TP2DD pada 24 September 2026.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi pembayaran digital tidak hanya berkembang dari sisi penggunaan QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga mulai terintegrasi dengan agenda digitalisasi pemerintah daerah serta konektivitas pembayaran lintas negara.