Sultra Borong Penghargaan KEJAR Award, Bank Sultra dan BPR Bahteramas Konawe Jadi yang Terbaik

oleh -129 Dilihat
Istimewa

Bekasi, Berikabar.co – Sulawesi Tenggara mencatatkan prestasi dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan nasional melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026.

Dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026), sejumlah institusi dan wilayah dari Sulawesi Tenggara mendapat penghargaan atas implementasi Program KEJAR.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari KEJAR Award yang diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, maupun edukasi.

Pada kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) meraih penghargaan untuk subkategori Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi.

Sementara PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) Provinsi Sulawesi Tenggara meraih penghargaan pada subkategori BPR/BPRS Wilayah Sulawesi.

Prestasi Sultra juga diperkuat penghargaan pada kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik. Provinsi Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai wilayah implementasi KEJAR terbaik untuk regional Sulawesi.

Tidak hanya tingkat provinsi, Kota Kendari juga meraih penghargaan sebagai wilayah implementasi KEJAR terbaik untuk kategori kota/kabupaten regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut menunjukkan peran pemerintah daerah dan industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara dalam memperluas akses rekening serta membangun budaya menabung di kalangan pelajar.

Secara nasional, Program KEJAR terus menunjukkan perkembangan. Dalam periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka.

Selain pembukaan rekening, OJK bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan juga melaksanakan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122 ribu sekolah.

Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi turut dilaksanakan dengan menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  FT Bau-Bau Jadi Backbone Distribusi Energi Indonesia Timur, Pertamina Perkuat Keandalan Operasional

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan budaya menabung perlu dilakukan sejak dini untuk mempersiapkan masa depan generasi muda.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

Friderica menyampaikan OJK bersama kementerian dan lembaga memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak Indonesia.

Secara nasional, tingkat literasi dan inklusi keuangan telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Namun, tingkat literasi dan inklusi pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat.

Dalam rangkaian HIM 2026, Sekolah Rakyat menjadi salah satu sasaran utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting untuk memperluas akses dan edukasi keuangan.

Selain KEJAR Award, OJK juga memberikan Financial Literacy Award kepada pelaku usaha jasa keuangan, pemangku kepentingan, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, dan komunitas yang aktif mendorong peningkatan literasi keuangan.

OJK menilai penghargaan tersebut diharapkan semakin mendorong semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK terus mendorong agar budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, disertai kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA :  FORKESTRA 2026 Dorong Ekosistem Ekonomi Sultra yang Inklusif dan Berdaya Saing Global