Lumbung Padi di Bumi Anoa, Cerita di Balik Gagal Panen dan 52 Ton Beras Penyelamat Korban Banjir di Sultra

oleh -137 Dilihat
Hamparan sawah milik petani di wilayah Amohalo, Kota Kendari yang terendam banjir, dari 320 hektare sawah tercatat 151 sawah terendam banjir dan 73 hektare dinyatakan gagal panen. Foto: Sitti Harlina

Kendari, Berikabar.co – Mendung yang menggelayut di langit Kota Kendari, seolah menyiratkan suasana hati para petani. Pilu yang menyesakkan dada, karena panen yang ditunggu sebentar lagi akan tiba, nyatanya tak akan mungkin digapai. Ibarat menggantang asap, panen yang melimpah ruah, kini tinggal angan semata. Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara sejak awal Mei, menjadi penyebabnya.

Nasir, salah seorang petani yang memiliki sawah dengan luasan dua hektare di wilayah Amohalo, Kota Kendari menceritakan bahwa banjir seakan-akan sudah menjadi teman setia di kala hujan dengan intensitas tinggi. Tentu saja hal ini mendatangkan kerugian besar bagi petani yang sebentar lagi akan melakukan panen.

“Sudah sering banjir seperti ini, kerugian kami bisa sampai puluhan ton, mungkin jika dirupiahkan hingga ratusan juta,” katanya.

Harapan agar segera diberi solusi tepat tidak hanya disuarakan oleh Nasir, tetapi juga petani lain yang menjadi korban terdampak.

Nasir menilai bahwa adanya tanggul saat ini masih kurang tinggi. “Kalau bisa tanggulnya ini bisa lebih tinggi lagi sehingga mengurangi dampak air yang masuk ke sawah kami,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Rahim, salah seorang petani yang memiliki luasan sawah 1,5 haktare. Ia juga menjadi salah satu dari petani lainnya yang menjadi korban gagal panen karena sawahnya terendam banjir. Jika dihitung, ia bisa menghasilkan lima hingga enam ton dalam sekali panen dengan total kerugiaan mencapai 150 juta rupiah. Bagi seorang petani tentu angka tersebut merupakan angka yang cukup fantastis untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pemerintah Kota Kendari sendiri mencatat bahwa akibat bencana banjir yang terjadi pada 9 Mei 2026 lalu, sawah seluas 151 haktare terdampak dari 320 hektare, sementara dari 151 hektare terdapat 73 haktare sawah yang gagal panen dan sisanya masih bisa diselamatkan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat meninjau daerah persawahan yang terendam banjir di Amohalo, Kota Kendari. Foto: Sitti Harlina

Respon cepat dari pemerintah pusat ditunjukkan dengan kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang langsung meninjau daerah persawahan di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan yang terdampak. Dalam kunjungan yang dilakukan 12 Mei 2026, Amran Sulaiman didampingi oleh Wakil Gubernur Sultra, Hugua, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan juga Wakil Bupati Konawe Selatan, Wahyu Ade Pratama Imran.

Siska Karina Imran langsung menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan mesin dryer sebagai pengering untuk menyelamatkan sawah petani yang masih bisa dipanen.

“Pak, bagaimana permintaan kami untuk mesin dryer? Apalagi di saat seperti ini sangat dibutuhkan bagi petani kami,” tutur Siska kepada Amran Sulaiman.

Amran Sulaiman langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi pimpinan Bulog melalui sambungan telepon. “Tolong dibantu untuk mesin dryer bagi petani yang terdampak di Sultra karena ini menjadi kebutuhan mendesak petani,” ujar Amran saat menghubungi pihak bulog.

BACA JUGA :  Optimalkan MyPertamina Selama Mudik, Driver Ojol di Sultra Berpeluang Bawa Pulang Motor Lewat Promo BOOM

Dalam kunjungannya hari itu, Amran juga menegaskan beberapa hal penting, salah satunya terkait tanggul yang juga menjadi kebutuhan petani agar tidak terjadi banjir yang terus berulang. Diungkapkannya bahwa tanggul yang jebol juga menjadi tanggung jawab bersama yang harus segera mendapatkan penanganan.

“Saya minta kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menangani masalah tanggul ini dalam waktu satu minggu sudah harus segera selesai.

Dukung Panen Melimpah, Petani di Sultra Banjir Bantuan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga melakukan kunjungan kepada warga terdampak banjir yang mengungsi di sekitar wilayah Kali Wanggu, Kota Kendari. Foto: Sitti Harlina

Kedatangan Amran Sulaiman hari itu bak angin segar bagi petani dan pemerintah setempat pasca banjir. “Saya datang tidak hanya membawa narasi tetapi memberikan solusi,” tegas Amran.

Meskipun mendadak, namun kedatangannya justru membanjiri bantuan bagi para petani. Amran menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan benih padi gratis untuk sawah seluas 2.000 hektare yang bisa dimanfaatkan petani.

“Bukan hanya benih padi untuk sawah seluas 2.000 hektare, tetapi kami juga memberikan 20 unit handtraktor, 5 unit combine harvester (mesin panen) dan nanti pembagiannya akan langsung diawasi oleh wagub,” kata Amran.

Tidak hanya itu, kepedulian pemerintah kembali ditunjukkan dengan bantuan lainnya berupa 30 ton bahan makanan dan 1.500 minyak goreng bagi korban terdampak banjir yang ada di Sultra.

“Kami bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden, Prabowo. Malam kami rapat dan subuh tadi kami langsung terbang untuk membawa solusi bukan narasi,” tegasnya kembali.

Bulog Sultra Pastikan Beras Cadangan Untuk Korban Banjir Aman

Manager Pemasaran Bulog Kanwil Sultra, Aang Fahri Hajad memberikan penjelasan kepada rekan media bahwa cadangan beras saat ini berada di angka 80 ribu ton sehingga seluruh masyarakat tidak perlu khawatir karena stok tersebut dinyatakan aman hingga beberapa tahun kedepan. Foto: Sitti Harlina

Sementara itu, Bulog Kantor Wilayah Sultra memastikan bahwa stok beras cadangan untuk korban bencana masih aman. Hal tersebut diungkapkan Manager Pemasaran Bulog Kanwil Sultra, Aang Fahri Hajad kepada sejumlah rekan media.

Ia menjelaskan bahwa bulog sudah menyiapkan komoditas beras dan komoditas lainnya seperti minyak goreng dan gula sesuai dengan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Untuk komiditas beras dan lainnya kami sudah siapkan melalui prosedur dimana pemda terdampak bersurat kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Ketahanan Pangan. Itu sudah ada nanti tinggal kami koordinasi dengan kepala daerah dan kepada dinasnya,” jelas Aang Fahris Hajad usai menemani Amran Sulaiman berkunjung di beberapa Lokasi banjir terdampak.

Untuk cadangan beras bagi korban bencana, kata Aang pihaknya siap berapapun itu karena saat ini Bulog Sultra memiliki cadangan sebanyak 80 ribu ton beras cadangan untuk bencana. “Untuk stok cadangan bencana itu kita include ada 80 ribu ton beras dan kami bisa memenuhi berapa pun permintaan dari pemerintah kabupaten dan kota,” katanya.

BACA JUGA :  Tahun Ini, Astra Motor Sulawesi Selatan Gelar Honda Premium Matic Day di Empat Lokasi

Aang juga menuturkan bahwa bantuan yang akan diberikan nanti akan disesuaikan dengan usulan yang telah diajukan oleh pemerintah setempat. Meskipun akan melayani permintaan, namun jika merujuk pada peraturan yang lama, maka akan disesuaikan kembali.

“Sebenarnya kalau merujuk pada aturan lama, maka bantuan beras itu kuotanya untuk kabupaten/kota sebanyak 100 ton dan 200 ton untuk provinsi dan kalau ada di bulog masing-masing cadangannya maka bisa langsung dikeluarkan setelah melalui prosedur tadi yakni koordinasi,” pungkasnya.

52 Ton Beras Cadangan Bulog Disalurkan bagi Korban Banjir

Pasca kunjungan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di pagi hari, Pemerintah Provinsi Sultra langsung melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ari Sismanto yang juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Sultra Parinringi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sultra di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sultra, pada Selasa 12 Mei 2026 malam.

 

“Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah yang kita laksanakan hari ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur, Andi Sumangerukka setelah berkoordinasi dengan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman,” jelas Ari dalam rapat tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) akan diberikan kepada 10.405 jiwa dengan total sebanyak 52 ton beras. Tidak hanya beras, pemerintah juga akan memberikan bantuan minyak orang sebanyak 3.060 liter yang akan diberikan kepada masing-masing kepala keluarga sebanyak 1 liter per kepala keluarga.

Lebih lanjut diungkapkan Ari Sismanto bahwa bantuan tersebut akan diberikan untuk enam wilayak di Sultra yang terkena dampak banjir. “Enam wilayah yang akan menerima bantuan terdampak banjir yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe dan Kabupaten Kolaka,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa bantuan tersebut akan mulai didistribusikan pada tanggal 13 Mei 2026 dimana perwakilan pemerintah melalui Kepala Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan serta BPBD masing-masing kabupaten/kota akan mengambil bantuan tersebut ke masing-masing Bulog di daerahnya.

Sementara itu, khusus untuk Kota Kendari, Konawe, dan Konawe Utara, akan mengambil bantuannya di Bulog Kota Kendari. Selanjutnya, pemerintah kabupaten/kota akan menyalurkannya ke masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Adapun dari enam wilayak kabupaten dan kota yang terdampak banjir di Sultra mencakup 33 kecamatan, dengan total penerima bantuan sebanyak 3.060 kepala keluarga dengan jumlah 10.405 jiwa.

Sitti Harlina