Makassar, Berikabar.co – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan jaminan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski terjadi dinamika di lapangan, Pertamina memastikan pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai langkah proaktif menghadapi lonjakan konsumsi, Pertamina telah menginstruksikan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU jauh di atas rata-rata kebutuhan normal harian. Namun, Pertamina mencermati adanya fenomena antrean yang dinilai tidak wajar di beberapa titik pengisian, mengingat tambahan stok yang disalurkan sudah sangat signifikan.
Kondisi ini memicu Pertamina untuk mengajak peran aktif seluruh stakeholder, mulai dari Pemerintah Daerah hingga Aparat Penegak Hukum (APH), untuk mengidentifikasi penyebab antrean, baik dari sisi pola konsumsi maupun potensi penyimpangan distribusi di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan energi tidak akan kendur.
“Kami memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan. Bahkan, kami telah menyalurkan BBM di atas rata-rata hingga 200% dari penyaluran normal harian untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan di lapangan,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Lilik menambahkan bahwa fenomena antrean yang masih terjadi saat ini memerlukan pengawasan komprehensif dari berbagai pihak agar distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Dengan tambahan pasokan yang sudah dilakukan, kondisi antrean yang masih terjadi tentu menjadi perhatian serius dan perlu dicermati bersama. Kami mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mengawal distribusi energi agar tetap tepat sasaran. Di sisi lain, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Guna menjaga transparansi dan kualitas pelayanan, Pertamina juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan atau kendala distribusi melalui Call Center Pertamina di nomor 135.
Melalui sinergi yang kuat antara operator, pemerintah, dan aparat, diharapkan distribusi energi di wilayah Sulselbar dapat kembali normal sepenuhnya, antrean segera terurai, dan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.





