Bukan Sekadar Syiar: STQH Nasional XXVIII di Kendari Jadi Motor Penggerak Ekonomi UMKM Lokal

oleh -230 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 di Kota Kendari telah terbukti tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga motor penggerak perekonomian umat dan masyarakat sekitar. Kegiatan berskala nasional ini memberikan dampak positif bagi daerah dengan menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.

Melalui pameran STQH, berbagai potensi ekonomi dipamerkan dalam bentuk bazar dan ekspo halal. Produk UMKM halal, kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan karya komunitas menjadi bagian dari syiar Islam yang produktif. Selain itu, pameran turut mempromosikan wisata religi dan budaya daerah, serta meningkatkan sirkulasi ekonomi multisektor, seperti penginapan, transportasi, konsumsi, suvenir, dan jasa lokal.

Sejumlah pedagang kecil bahkan mengaku omsetnya mengalami kenaikan signifikan selama pelaksanaan STQH.

Aris, salah seorang pedagang UMKM yang menjual kuliner gado-gado, mengaku kebanjiran pembeli sejak malam pembukaan. Ia bahkan harus menambah jumlah porsi harian karena tingginya minat pengunjung. Omset hariannya diklaim naik hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kalau hari biasa dapatnya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Tapi sejak pembukaan STQH ini bisa sampai Rp700 ribu,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Aris mengaku bersyukur karena STQH membawa berkah. Ia juga menunjukkan inisiatif menjaga kebersihan area berjualan. “Saya bawa sapu dan kantong sampah, sampahnya saya kumpulin. Lalu ada petugas malam yang akan mengambil sampah itu setelah lapak tutup, untuk dibuang ke bak-bak sampah yang jaraknya agak jauh dari lapak saya. Nah, ini juga menjadi berkah bagi jasa pengumpul sampah, karena kami memberikan biaya jasa Rp 5ribu setiap malam,” katanya.

Dampak ekonomi serupa juga terlihat di sektor oleh-oleh. Toko Athifah Oleh-oleh khas Kota Kendari, yang lokasinya tak jauh dari arena utama, nampak ramai dipadati pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia yang berburu suvenir.

BACA JUGA :  Senangnya Ibu-Ibu di TPI Kendari saat ASR Borong Ikan

“Biasanya yang paling banyak dicari itu kaos dengan desain khas daerah, kain tenun daerah, mete atau olahan mete dan kue-kue khas daerah,” ujar salah satu karyawan toko Athifah.

STQH Nasional ke-28 berlangsung pada 9–19 Oktober 2025 dengan mengusung tema “Syiar Al-Qur’an dan Hadis: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”