Dalam sambutannya, Sudirman memberikan apresiasi kepada Astra Motor Honda sebagai sponsor utama. Ia berharap acara seperti ini dapat menjadi wadah bagi para pembalap muda. “Ini adalah wadah bagi anak-anak muda yang akan mengharumkan nama Kendari, bahkan Sulawesi Tenggara nanti,” kata Sudirman.
Meskipun sirkuit yang digunakan bersifat non-permanen, Sudirman optimistis sirkuit Terminal Baruga dapat terus dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih baik, bahkan bisa digunakan untuk latihan sehari-hari.
Menurut Sugeng Budiarto, SPV MotoGP AHM, One Make Race merupakan bagian dari komitmen Astra Honda Motor (AHM) untuk mendukung aktivitas anak muda, khususnya para pecinta balap. “Di sinilah kami memberikan wadah agar muncul bibit-bibit potensial,” tuturnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme para pembalap dari Kendari dan Sulawesi Tenggara yang ikut serta dalam kompetisi ini.
Sementara itu, Erick Winardi Kusumo, Marketing Manager Astra Motor Kendari, menyambut baik kembalinya acara ini setelah vakum akibat pandemi COVID-19. “Animo masyarakat cukup lumayan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun bukan sirkuit asli, lokasi Terminal Baruga dipilih karena dianggap ideal setelah melalui survei. “areanya luas dan jalan atau lintasannya juga baik,” tambahnya.
Antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 110 peserta dari 12 kategori kelas yang berbeda. Setiap peserta telah melalui proses seleksi ketat oleh panitia untuk memastikan mereka memenuhi syarat di kelas masing-masing.
Usai pembukaan, balapan langsung dimulai dengan kelas utama, yaitu kategori bebek 150 cc 4 tak tune up open, yang berlangsung sekitar pukul 12.31 WITA.
One Make Race di Kendari ini mempertandingkan berbagai kelas, mulai dari Kelas Utama (seperti Bebek 150 cc dan Matic 131 cc), Kelas Tambahan (khusus untuk matic lokal), hingga Kelas Special (Matic Vario 160 cc). Pembagian kelas ini memungkinkan lebih banyak pembalap dari berbagai kategori untuk berkompetisi.





