Wakil Bupati Koltim Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2025, Tegaskan Pentingnya Pembumian Nilai-Nilai Bangsa

oleh -284 Dilihat

Kolaka Timur, Berikabar.co – Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai Pembina Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 tingkat Kabupaten Koltim. Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Satpol PP dan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat daerah.

Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., Wakapolres Koltim Kompol Tawakkal, Kepala Kantor Kemenag Koltim H. Muhamad Kadir Azis Al-Yafie, Kepala Kantor Pertanahan Koltim Ilmiawan, S.T., M.Eng., Kabinda Koltim, Plh Sekda Koltim, jajaran pimpinan OPD, serta unsur TNI/Polri.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

“Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Yosep.

Ia menambahkan, Pancasila bukan hanya dokumen sejarah atau teks dalam pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa Indonesia, panduan hidup bersama, dan arah dalam membangun Indonesia yang merdeka, adil, dan makmur.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai rumah bagi keberagaman bangsa yang terdiri dari lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang berbeda.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” lanjutnya.

Dalam amanat BPIP, juga disampaikan bahwa pemerintah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045, dengan salah satu pilar utamanya adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

BACA JUGA :  Asmo Sulsel Gencarkan Edukasi Keselamatan Berkendara dari Pelajar Hingga Pekerja

“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan,” kutip Yosep.

Ia menguraikan empat sektor utama yang menjadi prioritas pembumian Pancasila: pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan ruang digital.

Di bidang pendidikan, Pancasila harus ditanamkan sejak dini, tak hanya lewat pelajaran formal, tapi juga dalam praktik hidup sehari-hari. Di pemerintahan, nilai-nilai ini mesti tercermin dalam pelayanan publik yang adil dan transparan.

Dalam konteks ekonomi, keberpihakan pada UMKM, ekonomi rakyat, dan koperasi disebut sebagai wujud nyata dari sila kelima. Sementara itu, di ruang digital, masyarakat diajak menegakkan etika dan semangat toleransi.

“Dunia maya bukan ruang bebas nilai. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya,” tegasnya.

Melalui program-program strategis, BPIP terus memperkuat peran Pancasila di tengah masyarakat—mulai dari pendidikan hingga pelatihan ASN dan kolaborasi lintas sektor.

Namun demikian, Yudian menekankan bahwa pembumian Pancasila tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua elemen bangsa, dari pemerintah pusat hingga masyarakat di desa, harus menjadi aktor utama dalam memperkuat nilai-nilai luhur ini.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa,” ajaknya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan kemajuan yang tidak hanya diukur secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga secara moral dan keadilan sosial.

“Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” pungkasnya.